Mampu Capai AS, Rudal Rusia Ini 12 Kali Lebih Dahsyat dari Bom Atom Hiroshima

Rabu, 14 Desember 2022 - 23:08 WIB
loading...
Mampu Capai AS, Rudal...
Rudal balistik antarbenua Rusia, Yars, mampu capai AS dan 12 kali lebih dahsyat dari bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima. Foto/The Defense Post
A A A
MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia baru saja merilis video rudal balistik antarabenua (ICBM) yang diluncurkan dari silo. Media Rusia secara luas menyebutkan bahwa itu sebagai peringatan nyata kepada Barat..

Surat kabar tabloid Rusia Komsomolskaya Pravda melaporkan bahwa kompleks silo rudal Yars, yang dimuat di wilayah Kaluga, memiliki kapasitas 12 kali lebih besar dari bom Amerika yang menghancurkan Hiroshima. Laporan ini mengacu pada senjata atom yang dijatuhkan AS di kota Jepang pada 6 Agustus 1945.

Laporan surat kabar itu menguraikan beberapa spesifikasi rudal, yang meliputi bobot peluncuran 46.000 ton, jangkauan operasional hingga 12.000 kilometer yang dapat menyerang AS atau wilayah Eropa mana pun, dan muatan hingga 500 kiloton.

Rudal RS-24 Yars adalah versi perbaikan dari rudal sebelumnya Topol-M. Dikenal di Barat sebagai SS-29, rudal ini dikembangkan oleh Moscow Institute of Thermal Engineering dan pertama kali diuji pada tahun 2007.

Mampu mempersiapkan peluncuran dalam tujuh menit, menurut situs web Military Today, rudal tersebut dapat ditembakkan dari lokasi yang telah disiapkan, garasi khusus dengan atap geser, atau dari posisi yang tidak siap selama penempatan di lapangan.

Baca: Rusia Peringatkan Barat Hadapi Pilihan Eksistensial

Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Rabu mengatakan bahwa rudal dipasang di silo menggunakan unit pengangkutan dan pemuatan khusus dalam operasi yang memakan waktu beberapa jam.

Operasi itu menjelang Hari Pasukan Rudal Strategis tahunan Rusia yang akan diperingati pada Sabtu, 17 Desember mendatang.

“Pentingnya operasi ini terletak pada kenyataan bahwa rudal berikutnya akan bertugas tempur seperti yang direncanakan,” kata Alexei Sokolov, komandan formasi rudal Kozelsky.

"Ibu pertiwi akan menerima sampel senjata rudal nuklir lainnya, yang memungkinkan kami menyelesaikan tugas apa pun di tingkat strategis," tambahnya, menurut kantor berita TASS milik negara, yang dikutip Newsweek, Rabu (14/12/2022).

Baca: Rusia Gempur Ukraina dengan Amunisi Tua, Diduga Stok Senjatanya Menipis

Vadim Vyazovsky, seorang insinyur yang dikutip oleh outlet tersebut, mengatakan: "Saya bangga dengan Rusia bahwa negara saya menyediakan produk sedemikian rupa sehingga ibu pertiwi dapat tidur dengan nyenyak."

Rudal Yars dipamerkan pada bulan Oktober selama latihan militer pasukan nuklir strategis Rusia yang diawasi oleh Presiden Vladimir Putin. Latihan tersebut mendorong propagandis Kremlin, Igor Korotchenko, untuk mengatakan di saluran Russia-1 betapa sangat penting bagi Rusia untuk menunjukkan siapa musuh utama mereka dan apa yang menunggunya.

Itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di ibu kota dunia tentang kemampuan nuklir Rusia, karena Putin menghadapi kemunduran dalam invasi skala penuhnya ke Ukraina.

Sebagai ICBM, Yars bukanlah senjata nuklir taktis dan analis ragu bahwa beralih ke perang tidak konvensional akan memberi Rusia keuntungan militer apa pun.

Namun, media Rusia telah mendorong klaim tentang kemampuan atomnya. Alexander Khodakovsky, komandan milisi Donetsk Rusia, mengatakan kepada televisi pemerintah minggu ini bahwa senjata nuklir adalah salah satu cara Rusia memenangkan perang.

Baca: Rusia Tingkatkan Produksi Persenjataan Canggih

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Masuki Tahun Baru 1448...
Masuki Tahun Baru 1448 H, Arab Saudi Ganti Kain Kiswah Kakbah
Rekomendasi
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Berita Terkini
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Infografis
Jerman Khawatir Bom...
Jerman Khawatir Bom Nuklir AS Tak Bela NATO saat Perang Lawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved