Ulama Sunni Terkemuka Iran: Demonstran Seharusnya Tak Boleh Dihukum Mati
Sabtu, 03 Desember 2022 - 10:56 WIB
loading...
A
A
A
Pada hari Selasa, Javaid Rehman, seorang pakar independen yang ditunjuk PBB di Iran, menyuarakan keprihatinan bahwa represi terhadap pengunjuk rasa semakin meningkat, dengan pihak berwenang meluncurkan "kampanye" untuk menjatuhkan hukuman mati kepada demonstran.
Baca juga: Ulama Sunni Iran Serukan Referendum di Tengah Protes Anti-Rezim
Sudah 21 orang yang ditangkap dalam konteks protes menghadapi hukuman mati. "Termasuk seorang wanita yang didakwa atas pelanggaran pidana yang tidak jelas dan dirumuskan secara luas, dan enam orang telah dijatuhi hukuman bulan ini," kata Rehman, seperti dikutip Reuters, Sabtu (3/12/2022).
PBB mengatakan lebih dari 300 orang telah tewas sejauh ini dan 14.000 ditangkap dalam protes yang dimulai setelah kematian Mahsa Amini pada 16 September. Wanita muda Kurdi-Iran itu tewas setelah ditangkap polisi moral di Teheran atas tuduhan melanggar aturan wajib berjilbab yang diberlakukan ketat di Iran.
Baca juga: Ulama Sunni Iran Serukan Referendum di Tengah Protes Anti-Rezim
Sudah 21 orang yang ditangkap dalam konteks protes menghadapi hukuman mati. "Termasuk seorang wanita yang didakwa atas pelanggaran pidana yang tidak jelas dan dirumuskan secara luas, dan enam orang telah dijatuhi hukuman bulan ini," kata Rehman, seperti dikutip Reuters, Sabtu (3/12/2022).
PBB mengatakan lebih dari 300 orang telah tewas sejauh ini dan 14.000 ditangkap dalam protes yang dimulai setelah kematian Mahsa Amini pada 16 September. Wanita muda Kurdi-Iran itu tewas setelah ditangkap polisi moral di Teheran atas tuduhan melanggar aturan wajib berjilbab yang diberlakukan ketat di Iran.
(min)
Lihat Juga :