5 Fakta Menarik Jet Tempur Siluman F-35A Milik Amerika Serikat

Jum'at, 25 November 2022 - 16:44 WIB
loading...
5 Fakta Menarik Jet Tempur Siluman F-35A Milik Amerika Serikat
Jet tempur F-35A adalah pesawat tempur generasi kelima milik AS. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Fakta menarik jet tempur siluman F-35A milik Amerika Serikat (AS) layak untuk diulas. Pasalnya, jet tempur siluman ini diketahui sebagai salah satu alutsista terbaik yang dimiliki AS. Apa saja fakta menariknya? Berikut informasi lengkapnya.

1. Menjadi Ganti Jet Tempur F-16

Angkatan Udara AS menghadirkan jet tempur F-35A demi menggantikan armada F-16 Fighting Falcons dan A-10 Thunderbolt II yang sudah tua. Diketahui, AS sudah menggunakan keduanya selama lebih dari 20 tahun. Jet tempur multi-peran siluman F-35A ini pertama kali diperkenalkan pada 2 Agustus 2016 oleh USAF (United States Air Force). F-35A memiliki senjata GAU-22/A yang merupakan versi empat laras dari kanon 25 mm GAU-12 Equalizer. Meriam yang dibawa oleh jet ini dipasang secara internal dengan 182 peluru.

2. Mampu Mendominasi Langit

Jet terbaru ini tentunya memiliki berbagai kecanggihan yang mampu mendominasi langit. Melansir laman resmi USAF, F-35A mempunyai kemampuan untuk bertahan di lingkungan yang mengancam sekalipun. Jet ini juga memiliki kemampuan CTOL (Conventional Take-Off and Landing) yang merupakan proses lepas landas dan mendarat konvensional, layaknya pesawat penumpang pada umumnya.

Jet tempur F-35A dilengkapi paket sensor canggih dengan keahlian mengumpulkan, memadukan, dan mendistribusikan informasi lebih banyak dibandingkan dengan pesawat tempur manapun di dunia, bahkan dalam sejarah. Sensor yang dimiliki jet tempur ini adalah DAS atau electro-optical distributed aperture system. Hal ini dapat memberikan kesadaran bagi pilot terhadap lingkungan sekitar secara situasional. Melalui sistem ini, penglihatan pilot juga akan terbantu, baik saat siang maupun malam hari.

3. Dilarang Terbang Dekat Badai Petir

Jet tempur F-35A diketahui tidak dapat terbang dalam jarak 40,2 km atau sekitar 25 mil dari badai petir. Bukan hanya itu, pesawat ini juga tidak bisa melakukan penerbangannya di dekat aktivitas listrik atmosfer. Tentunya, larangan terbang ini akan berpengaruh dalam kegiatan pelatihan F-35A, apalagi di sekitar Pangkalan Udara Eglin di Florida. Sebab, lokasi ini cukup sering dilanda badai petir.

4. Diboyong Swiss

Pada Juli 2021, pemerintah Swiss memutuskan untuk membeli 36 unit jet tempur F-35A milik AS ini. Swiss memboyongnya dari Lockheed Martin. Namun, banyak pihak yang menyayangkan dan mengkritisi keputusan pemerintah Swiss ini sebab dinilai terlalu mahal. Untuk membawa 36 unit jet tersebut, Swiss menyiapkan mahar sebesar USD6,5 miliar. Ada pula pihak yang mengatakan bahwa hal ini merupakan sebuah bentuk ketergantungan Swiss kepada AS. Selain jet tempur tersebut, Swiss turut membeli rudal Patriot, yang merupakan sistem rudal ke permukaan dari Raytheon.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1834 seconds (10.55#12.26)