Setelah Dihujani Rudal, Sekarang Drone Kamikaze Iran Hantam Kiev

Kamis, 13 Oktober 2022 - 19:34 WIB
loading...
Setelah Dihujani Rudal,...
Serangan drone kamikaze Iran hantam Ibu Kota Ukraina Kiev. Foto/Outlook India
A A A
KIEV - Para pejabat mengatakan wilayah Ibu Kota Ukraina dihantam oleh drone kamikaze buatan Iran pada Kamis pagi. Serangan ini membuat petugas penyelamat bergegas ke tempat kejadian ketika penduduk terbangun oleh sirene serangan udara keempat berturut-turut setelah serangan besar Rusia di seluruh negeri awal minggu ini.

Gubernur regional Kiev, Oleksiy Kuleba mengatakan, serangan itu terjadi di daerah sekitar ibu kota. Belum jelas apakah ada korban dalam serangan itu, tetapi pejabat Ukraina mengatakan bahwa 13 orang tewas dan 37 terluka dalam serangan Rusia di seluruh negeri selama 24 jam terakhir.

Wakil kepala kantor kepresidenan Kyrylo Tymoshenko mengatakan di Telegram bahwa fasilitas infrastruktur penting di daerah itu diserang, tanpa memberikan penjelasan yang lebih rinci.

Di kota selatan Mykolaiv, serangan semalaman menghancurkan sebuah gedung apartemen berlantai lima saat pertempuran berlanjut di sepanjang front selatan Ukraina.

Komando angkatan udara Ukraina mengatakan pertahanan udaranya menembak jatuh enam pesawat tak berawak Iran di atas wilayah Odesa dan Mykolaiv pada malam terakhir.

Baca: Rusia Gagalkan Plot Teroris di Perbatasan, Warga Ukraina Ditangkap

Pejabat Ukraina mengatakan bahwa instruktur Iran yang berbasis di wilayah pendudukan Ukraina telah melatih orang Rusia tentang cara mengoperasikan drone.

Gubernur regional, Mykolaiv Vitali Kim mengatakan, seorang anak laki-laki berusia 11 tahun diselamatkan dari bawah puing-puing, tempat dia menghabiskan waktu enam jam.

"Tim penyelamat pada Kamis pagi sedang mencari tujuh orang lagi," kata Kim seperti dikutip dari Associated Press, Kamis (13/10/2022).

Dia mengatakan bahwa gedung itu terkena rudal S-300 yang biasanya digunakan untuk menargetkan pesawat militer, tetapi Rusia tampaknya semakin sering menggunakannya untuk serangan darat yang tidak tepat.

Serangan dini hari di front selatan Ukraina telah menjadi kejadian sehari-hari dalam perang Rusia ketika pasukan Kiev melakukan serangan balasan yang bertujuan untuk merebut kembali wilayah yang diduduki oleh Moskow.

Baca: Senada dengan Zelensky, Sekjen NATO Desak Bantuan Pertahanan Udara untuk Ukraina

Serangan di Kiev telah menjadi langka sebelum ibu kota itu diserang setidaknya empat kali selama serangan besar-besaran pada hari Senin, yang menewaskan sedikitnya 19 orang dan melukai lebih dari 100 orang di seluruh negeri.

Para pemimpin Barat minggu ini berjanji untuk mengirim lebih banyak senjata ke Ukraina, termasuk sistem pertahanan udara dan senjata yang menurut Kiev sangat penting untuk mengalahkan pasukan invasi Rusia.

Inggris mengatakan akan menyediakan rudal untuk sistem anti-pesawat canggih NASAM yang rencananya akan dikirim Pentagon ke Ukraina dalam beberapa minggu mendatang. London juga mengirim ratusan drone udara tambahan untuk pengumpulan informasi dan dukungan logistik, ditambah 18 senjata artileri howitzer lagi.

“Senjata-senjata ini akan membantu Ukraina mempertahankan langitnya dari serangan dan memperkuat keseluruhan pertahanan rudal mereka bersama NASAMS AS,” ujar Menteri Pertahan Inggris Ben Wallace.

Sistem pertahanan udara, yang telah lama diinginkan Kiev, akan memberikan pertahanan jarak menengah hingga panjang terhadap serangan rudal.

Baca: Sempat Dinyatakan Hilang, Rusia Bebaskan Puluhan Tawanan Perang Ukraina

Tawaran itu datang ketika para menteri pertahanan NATO bertemu di Brussels, yang bertujuan untuk membantu meningkatkan pertahanan udara Ukraina setelah serangan Rusia yang meluas pada Senin.

Militer Ukraina minggu ini mengatakan pertahanan udaranya saat ini telah menembak jatuh lusinan rudal Rusia yang masuk dan drone Shahed-136, yang disebut drone kamikaze yang telah memainkan peran semakin mematikan dalam perang.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Iran Sebut AS Akan Ganti...
Iran Sebut AS Akan Ganti Kerugian Perang: Ini Poin Penting
Rekomendasi
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Foksi: Sungguh Menggelikan
Profil Luca Zidane,...
Profil Luca Zidane, Kiper Aljazair Putra Zinedine Zidane yang Kebobolan Hattrick Messi
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Berita Terkini
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Infografis
Kehebatan Rudal Sijjil,...
Kehebatan Rudal Sijjil, Senjata Andalan Iran Hancurkan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved