Kremlin: Referendum Donbass Akan Mengubah Realitas Keamanan
Sabtu, 24 September 2022 - 14:33 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga menyatakan bahwa Donbass bergabung dengan Rusia akan membuat transformasi geopolitik dari dunia tidak dapat diubah.
Amerika Serikat (AS), serta sekutunya di Eropa dan di tempat lain – termasuk Jerman – telah menyatakan bahwa mereka tidak akan mengakui hasil referendum yang dimulai pada hari Jumat. Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg juga mencap jajak pendapat itu sebagai “referendum palsu” di Twitter.
Pemungutan suara itu dijadwalkan akan diadakan antara 23 dan 27 September.
Washington juga baru-baru ini menjanjikan lebih banyak bantuan ke Kiev untuk "memperkuat" Ukraina. Perkembangan terjadi ketika Rusia telah mengumumkan mobilisasi parsial.
Baca: BREAKING NEWS: 4 Wilayah Ukraina Mulai Lakukan Referendum Gabung Rusia
Pada hari Rabu, Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu menyatakan bahwa mobilisasi akan melibatkan panggilan untuk mempersenjatai sekitar 300.000 tentara cadangan, atau lebih dari 1% dari potensi mobilisasi penuh Rusia.
Shoigu menjelaskan bahwa pasukan tambahan diperlukan untuk mengendalikan jalur kontak sepanjang 1.000 km dengan pasukan Ukraina dan daerah yang dikuasai Rusia.
Amerika Serikat (AS), serta sekutunya di Eropa dan di tempat lain – termasuk Jerman – telah menyatakan bahwa mereka tidak akan mengakui hasil referendum yang dimulai pada hari Jumat. Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg juga mencap jajak pendapat itu sebagai “referendum palsu” di Twitter.
Pemungutan suara itu dijadwalkan akan diadakan antara 23 dan 27 September.
Washington juga baru-baru ini menjanjikan lebih banyak bantuan ke Kiev untuk "memperkuat" Ukraina. Perkembangan terjadi ketika Rusia telah mengumumkan mobilisasi parsial.
Baca: BREAKING NEWS: 4 Wilayah Ukraina Mulai Lakukan Referendum Gabung Rusia
Pada hari Rabu, Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu menyatakan bahwa mobilisasi akan melibatkan panggilan untuk mempersenjatai sekitar 300.000 tentara cadangan, atau lebih dari 1% dari potensi mobilisasi penuh Rusia.
Shoigu menjelaskan bahwa pasukan tambahan diperlukan untuk mengendalikan jalur kontak sepanjang 1.000 km dengan pasukan Ukraina dan daerah yang dikuasai Rusia.
Lihat Juga :