AS Ungkap Kekhawatiran pada Arab Saudi atas Hukuman Aktivis Wanita

Selasa, 23 Agustus 2022 - 06:30 WIB
loading...
AS Ungkap Kekhawatiran...
Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah menyampaikan "keprihatinan signifikan" kepada Arab Saudi atas hukuman penjara 34 tahun yang dijatuhkan kepada aktivis hak-hak perempuan Salma al-Shehab, kata Departemen Luar Negeri AS, Senin (22/8/2022).

"Kami telah menyampaikan keprihatinan signifikan kami dengan otoritas Saudi," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price tentang hukuman yang diberikan kepada wanita Saudi karena mengikuti dan me-retweet para pembangkang dan aktivis di Twitter.

Baca: Presiden AS Joe Biden: Mengapa Saya Pergi ke Arab Saudi....

"Kami telah menunjukkan kepada mereka bahwa kebebasan berekspresi adalah hak asasi manusia universal yang dimiliki semua orang," kata Price, seperti dikutip dari Reuters. Ia menambahkan bahwa kebebasan itu "tidak boleh dikriminalisasi atau dihukum".

Kedutaan Arab Saudi di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar. Pengadilan Saudi awal bulan ini menjatuhkan hukuman penjara 34 tahun kepada Shehab dan larangan bepergian selama 34 tahun untuk tweet-nya, menurut kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Washington, The Freedom Initiative.

Menurut kelompok itu, hukuman penjara yang dijatuhkan pada ibu dua anak dan kandidat doktor di Universitas Leeds di Inggris adalah yang terlama yang diberikan kepada aktivis hak-hak perempuan Saudi.

“Shehab ditahan pada Januari 2021 saat berlibur di Arab Saudi, beberapa hari sebelum dia kembali ke Inggris,” kata kelompok itu.

Baca: Jika AS Mempersulit, Arab Saudi Tak Ragu Beli Senjata dari China

Ketegangan atas catatan hak asasi manusia Arab Saudi yang kaya minyak telah mempererat hubungannya dengan AS, termasuk atas hak-hak perempuan dan pembunuhan dan pemotongan jurnalis pembangkang Jamal Khashoggi pada 2018 di konsulat kerajaan di Istanbul.

Penilaian komunitas intelijen AS adalah bahwa penguasa de facto Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, berada di balik pembunuhan Khashoggi, seorang warga AS yang menulis untuk Washington Post. Riyadh membantah tuduhan itu.

Presiden AS Joe Biden menghadapi kritik karena mengunjungi Arab Saudi pada Juni. Selama kunjungan, dia mengatakan dia memberi tahu putra mahkota bahwa dia menganggapnya bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Hasil Drawing Babak...
Hasil Drawing Babak 4: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Irak dan Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved