China Sanksi 7 Pejabat Taiwan, Dicap Sebagai Pejuang Kemerdekaan

Selasa, 16 Agustus 2022 - 21:42 WIB
loading...
China Sanksi 7 Pejabat Taiwan, Dicap Sebagai Pejuang Kemerdekaan
China sanksi 7 pejabat Taiwan, dicap sebagai pejuang kemerdekaan. Foto/Ilustrasi
A A A
BEIJING - China menjatuhkan sanksi termasuk larangan masuk terhadap tujuh pejabat Taiwan dan anggota parlemen yang dituduh sebagai "pejuang kemerdekaan", keputusan yang menarik kecaman dari Taipei.

Sanksi itu datang setelah Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan bulan ini, sebuah perjalanan yang menurut China telah mengirim sinyal yang salah kepada apa yang dilihatnya sebagai pasukan pro-kemerdekaan.

China menganggap Taiwan sebagai wilayahnya sendiri dan bukan negara yang terpisah. Pemerintah Taiwan membantah klaim China.

Kantor Urusan Taiwan China mengatakan di antara mereka yang terkena sanksi adalah duta besar de facto Taiwan untuk AS, Hsiao Bi-khim, Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Taiwan Wellington Koo, dan politisi dari Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa di Taiwan.

Baca juga: Inilah Kekuatan Militer Taiwan yang Tak Bisa Dianggap Remeh

Seorang juru bicara Kantor Urusan Taiwan mengatakan mereka yang terkena sanksi tidak akan dapat mengunjungi China, Hong Kong dan Makau. Perusahaan dan investor yang terkait dengan mereka juga tidak akan diizinkan untuk mengambil keuntungan di China.

"Untuk beberapa waktu, beberapa elemen separatis yang keras, demi kepentingan mereka sendiri, telah berkolusi dengan kekuatan eksternal dalam provokasi yang menganjurkan kemerdekaan Taiwan," tulis kantor berita China Xinhua mengutip juru bicara itu seperti dilansir dari France24, Selasa (16/8/2022).

"Aktivitas mereka menjadi semakin mengerikan selama kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi ke wilayah Taiwan China, semakin memperlihatkan sifat keras kepala mereka dalam mencari kemerdekaan Taiwan," sambung laporan itu.

Menanggapi hal itu Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan pulau itu adalah negara demokrasi yang tidak dapat diganggu oleh China, sementara Dewan Urusan Daratan Taiwan yang membuat kebijakan China mengatakan Beijing berusaha menciptakan antagonisme dan kecemasan.

Baca juga: Profil ASSC, Pasukan Elite Taiwan yang Siap Perang Melawan China
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1352 seconds (11.252#12.26)