Gedung Putih: AS Akan Terus Membela Taiwan dari Ancaman China
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 14:26 WIB
loading...
A
A
A
"China telah bereaksi berlebihan, dan tindakannya terus provokatif, tidak stabil, dan belum pernah terjadi sebelumnya," kata Campbell.
“China meluncurkan rudal ke perairan sekitar Taiwan. China menyatakan zona eksklusi di sekitar Taiwan yang mengganggu lalu lintas sipil, udara, dan maritim,” imbuhnya seperti dikutip dari Newsweek, Sabtu (13/8/2022).
Campbell mengatakan China mengabaikan garis tengah yang telah lama berdiri memisahkan Taiwan dari China. Sebagai tanggapan, dia mengatakan Presiden Joe Biden mengarahkan USS Ronald Reagan untuk tetap ditempatkan di Laut Filipina, sebelah timur Taiwan.
Baca juga: Armada Penyerang Kapal Induk AS Terus Awasi Wilayah Taiwan
AS memiliki hubungan yang rumit dengan Taiwan sejak Presiden Richard Nixon menjalin kembali hubungan dengan China yang dipimpin Komunis. Sejak pemulihan hubungan dengan Beijing, AS telah mengakui "satu China." Pada saat yang sama, AS telah mempertahankan hubungan tidak resmi dengan Taiwan, sementara tidak secara resmi menerima klaim China atas pulau itu.
Campbell mengatakan AS tetap berkomitmen pada kebijakan 'satu China' sambil terus memenuhi kewajibannya yang ditetapkan dalam Undang-Undang Hubungan Taiwan tahun 1979, yang katanya termasuk mendukung pertahanan diri pulau itu.
“China meluncurkan rudal ke perairan sekitar Taiwan. China menyatakan zona eksklusi di sekitar Taiwan yang mengganggu lalu lintas sipil, udara, dan maritim,” imbuhnya seperti dikutip dari Newsweek, Sabtu (13/8/2022).
Campbell mengatakan China mengabaikan garis tengah yang telah lama berdiri memisahkan Taiwan dari China. Sebagai tanggapan, dia mengatakan Presiden Joe Biden mengarahkan USS Ronald Reagan untuk tetap ditempatkan di Laut Filipina, sebelah timur Taiwan.
Baca juga: Armada Penyerang Kapal Induk AS Terus Awasi Wilayah Taiwan
AS memiliki hubungan yang rumit dengan Taiwan sejak Presiden Richard Nixon menjalin kembali hubungan dengan China yang dipimpin Komunis. Sejak pemulihan hubungan dengan Beijing, AS telah mengakui "satu China." Pada saat yang sama, AS telah mempertahankan hubungan tidak resmi dengan Taiwan, sementara tidak secara resmi menerima klaim China atas pulau itu.
Campbell mengatakan AS tetap berkomitmen pada kebijakan 'satu China' sambil terus memenuhi kewajibannya yang ditetapkan dalam Undang-Undang Hubungan Taiwan tahun 1979, yang katanya termasuk mendukung pertahanan diri pulau itu.
Lihat Juga :