Tony Blair: Perang Ukraina Ungkap Dominasi Barat Berakhir saat China Bangkit
Senin, 18 Juli 2022 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Invasi Rusia ke Ukraina telah menewaskan ribuan orang dan memicu krisis paling serius dalam hubungan antara Rusia dan Barat sejak Krisis Rudal Kuba 1962, ketika banyak orang khawatir dunia berada di ambang perang nuklir.
Baca juga: Ukraina Sangkal Serangan Rusia Hancurkan Rudal Harpoon dan HIMARS AS
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Barat telah menyatakan perang ekonomi dengan mencoba mengisolasi ekonomi Rusia dengan sanksi.
Adapun Kremlin mengatakan Rusia akan beralih ke kekuatan seperti China dan India.
Perang di Ukraina, menurut Blair, telah mengklarifikasi bahwa Barat tidak dapat mengandalkan China "untuk berperilaku dengan cara yang kita anggap rasional."
Presiden China Xi Jinping terus mendukung Putin dan mengkritik "penyalahgunaan" sanksi oleh Barat. Blair menjelaskan, Putin telah menjalin apa yang disebutnya "kemitraan strategis" dengan China.
China pada 1979 memiliki ekonomi yang lebih kecil dari Italia, tetapi setelah membuka investasi asing dan memperkenalkan reformasi pasar, China telah menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia.
Baca juga: Ukraina Sangkal Serangan Rusia Hancurkan Rudal Harpoon dan HIMARS AS
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Barat telah menyatakan perang ekonomi dengan mencoba mengisolasi ekonomi Rusia dengan sanksi.
Adapun Kremlin mengatakan Rusia akan beralih ke kekuatan seperti China dan India.
Perang di Ukraina, menurut Blair, telah mengklarifikasi bahwa Barat tidak dapat mengandalkan China "untuk berperilaku dengan cara yang kita anggap rasional."
Presiden China Xi Jinping terus mendukung Putin dan mengkritik "penyalahgunaan" sanksi oleh Barat. Blair menjelaskan, Putin telah menjalin apa yang disebutnya "kemitraan strategis" dengan China.
China pada 1979 memiliki ekonomi yang lebih kecil dari Italia, tetapi setelah membuka investasi asing dan memperkenalkan reformasi pasar, China telah menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia.
Lihat Juga :