Perang Rusia-Ukraina, Jokowi Sebut Resolusi Perdamaian Sulit Dicapai tapi....

Kamis, 30 Juni 2022 - 19:05 WIB
loading...
Perang Rusia-Ukraina, Jokowi Sebut Resolusi Perdamaian Sulit Dicapai tapi....
Presiden Indonesia Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Istana Maryinsky, Kiev. Foto/Facebook Presiden Joko Widodo
A A A
KIEV - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menawarkan diri untuk menyampaikan pesan dari Presiden Ukraina Volodymr Zelensky kepada Presiden Rusia Vladimir Putin di tengah perang kedua negara. Pemimpin Indonesia itu mengakui bahwa resolusi perdamaian sulit dicapai.

Tawaran itu sebagai upaya Jokowi untuk meningkatkan harapan akan perdamaian.

Belum jelas bagaimana Zelensky menanggapi tawaran yang dibuat oleh Jokowi selama pembicaraan di Kiev pada Rabu atau apakah pemimpin Ukraina itu memiliki pesan yang ingin dia sampaikan kepada Putin.

Jokowi saat ini adalah ketua G20 dan salah satu dari enam pemimpin yang ditunjuk PBB sebagai "juara" dari Kelompok Tanggap Krisis Global, yang dibentuk untuk mengatasi ancaman kelaparan dan kemelaratan yang ditimbulkan oleh perang di Ukraina.

Baca juga: Jokowi Tawarkan Diri Bawa Pesan Zelensky ke Putin

Setelah kunjungannya ke Ukraina, Jokowi dijadwalkan pergi ke Moskow untuk bertemu Putin. Dia mengatakan bahwa dirinya akan mendesak pemimpin Rusia untuk menyetujui gencatan senjata.

Pembicaraan damai antara Moskow dan Kiev terhenti, dengan masing-masing pihak saling menyalahkan.

“Meskipun sangat sulit dicapai, saya menyampaikan pentingnya resolusi perdamaian,” kata Jokowi usai bertemu Zelensky.

"Saya menawarkan untuk menyampaikan pesan dari Presiden Zelensky kepada Presiden Putin yang akan segera saya temui," lanjut Jokowi, seperti dikutip dari halaman Facebook-nya, Kamis (30/6/2022).

Sebelum invasi Rusia ke Ukraina 24 Februari, Ukraina adalah salah satu pemasok gandum terbesar di Indonesia, tetapi blokade laut oleh Rusia telah menghentikan ekspor gandum Laut Hitam Kiev, yang mengancam krisis pangan global.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1338 seconds (11.252#12.26)