Pemerintah Skotlandia Umumkan Rencana Referendum Kemerdekaan

Rabu, 29 Juni 2022 - 00:58 WIB
loading...
A A A
Sturgeon mengatakan kepada anggota parlemen sebuah RUU akan diajukan sebelum negara itu menetapkan rencana untuk referendum dengan pertanyaan yang sama seperti dalam pemungutan suara 2014: "Haruskah Skotlandia menjadi negara merdeka?"

Partai-partai pro-kemerdekaan, Partai Nasional Skotlandia dan Partai Hijau Skotlandia, memegang mayoritas kuat di parlemen yang akan memastikan pengesahan RUU tersebut.

Pemilihan umum diharapkan dalam beberapa bulan setelah tanggal yang dipilih untuk referendum. Sturgeon mengatakan jika tidak ada cara hukum untuk mengadakan referendum, Partai Nasional Skotlandia-nya akan bertarung dalam pemilu berikutnya dengan satu isu apakah Skotlandia harus merdeka.

Baca juga: Terungkap, Pangeran Charles Terima Koper Penuh Uang Tunai dari Sheikh Qatar

Johnson kemudian menanggapi dengan bersikeras bahwa fokus Sturgeon harus pada ekonomi, karena ia berpendapat Inggris memiliki ekonomi yang lebih kuat dan negara yang lebih kuat jika bersama-sama.

PM Inggris itu mengatakan kepada wartawan bahwa dia belum "melihat persis apa yang Sturgeon katakan" ketika dia melakukan perjalanan ke Madrid untuk KTT NATO, ketika ditanya tentang rencana Sturgeon Oktober 2023.

“Kami akan mempelajarinya dengan sangat hati-hati dan kami akan merespons dengan baik,” ucap Johnson.

“Fokus negara harus pada membangun ekonomi yang lebih kuat, itulah yang kami lakukan dengan rencana kami untuk ekonomi yang lebih kuat dan saya tentu berpikir bahwa kita akan dapat memiliki ekonomi yang lebih kuat dan negara yang lebih kuat bersama-sama,” ia menambahkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Berita Terkini
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Infografis
Dilanda Kebakaran Hebat,...
Dilanda Kebakaran Hebat, Israel Umumkan Keadaan Darurat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved