Putin Respons Keras Tuduhan tentang Kelaparan Dunia
Sabtu, 25 Juni 2022 - 06:15 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan “pendekatan konstruktif dari pihak Kiev” adalah satu-satunya hal yang kurang.
Menurut presiden, Rusia sendiri mungkin dapat mengekspor antara 37 dan 50 ton gandum tahun ini.
Sebelumnya pada Jumat, Menlu Jerman Baerbock menyalahkan Moskow atas krisis pangan yang membayangi di konferensi di Berlin.
“Rusia sengaja menggunakan kelaparan global sebagai senjata,” ungkap menlu Jerman, mengklaim Moskow telah menyandera “seluruh dunia.”
Baerbock juga berbicara tentang "gelombang kelaparan" yang berpotensi mengancam jiwa, yang dihadapi dunia, karena sekitar 345 juta orang saat ini terancam kekurangan pangan.
Krisis tersebut disebabkan sejumlah faktor seperti kekeringan dan berbagai konflik regional, serta dampak pandemi Covid-19, menurut Baerbock.
Namun, dia mengklaim Rusia yang “membuat tsunami dari gelombang ini.”
Kata-katanya telah memicu reaksi marah dari Moskow. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan di Telegram bahwa, "Menggunakan kelaparan sebagai senjata adalah tradisi sejarah Jerman."
Dia tampaknya mengacu pada kejahatan yang dilakukan Nazi Jerman.
Mantan presiden Rusia, Dmitry Medvedev, juga menunjuk blokade kota Leningrad (St Petersburg) oleh Nazi selama Perang Dunia II, yang berlangsung selama 900 hari, menyebabkan kelaparan besar-besaran di kota itu, dan merenggut nyawa hampir 700.000 orang.
Zakharova juga menunjukkan fakta Jerman terus secara aktif mengimpor makanan setelah dimulainya operasi militer Rusia di Ukraina, meskipun ada kekhawatiran tentang potensi konsekuensinya bagi ketahanan pangan global.
Menurut presiden, Rusia sendiri mungkin dapat mengekspor antara 37 dan 50 ton gandum tahun ini.
Sebelumnya pada Jumat, Menlu Jerman Baerbock menyalahkan Moskow atas krisis pangan yang membayangi di konferensi di Berlin.
“Rusia sengaja menggunakan kelaparan global sebagai senjata,” ungkap menlu Jerman, mengklaim Moskow telah menyandera “seluruh dunia.”
Baerbock juga berbicara tentang "gelombang kelaparan" yang berpotensi mengancam jiwa, yang dihadapi dunia, karena sekitar 345 juta orang saat ini terancam kekurangan pangan.
Krisis tersebut disebabkan sejumlah faktor seperti kekeringan dan berbagai konflik regional, serta dampak pandemi Covid-19, menurut Baerbock.
Namun, dia mengklaim Rusia yang “membuat tsunami dari gelombang ini.”
Kata-katanya telah memicu reaksi marah dari Moskow. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan di Telegram bahwa, "Menggunakan kelaparan sebagai senjata adalah tradisi sejarah Jerman."
Dia tampaknya mengacu pada kejahatan yang dilakukan Nazi Jerman.
Mantan presiden Rusia, Dmitry Medvedev, juga menunjuk blokade kota Leningrad (St Petersburg) oleh Nazi selama Perang Dunia II, yang berlangsung selama 900 hari, menyebabkan kelaparan besar-besaran di kota itu, dan merenggut nyawa hampir 700.000 orang.
Zakharova juga menunjukkan fakta Jerman terus secara aktif mengimpor makanan setelah dimulainya operasi militer Rusia di Ukraina, meskipun ada kekhawatiran tentang potensi konsekuensinya bagi ketahanan pangan global.
Lihat Juga :