AS Ancam Respons Kuat dan Cepat Jika Korut Uji Senjata Nuklir

Rabu, 08 Juni 2022 - 00:49 WIB
loading...
AS Ancam Respons Kuat...
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. AS ancam beri respons kuat dan cepat jika Korea Utara menguji coba senjata nuklir. Foto/KCNA via REUTERS
A A A
NEW YORK CITY - Amerika Serikat (AS) mengancam akan memberikan respons kuat dan cepat jika Korea Utara (Korut) menguji coba senjata nuklirnya. Tes senjata atom Pyongyang, jika benar-benar dijalankan, akan menjadi yang pertama sejak 2017.

Ancaman Washington dilontarkan Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman. Dia mengatakan respons itu tak hanya dari Amerika, tapi juga dari Korea Selatan dan dunia.

“Setiap uji coba nuklir akan sepenuhnya melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB [dan] akan ada respons cepat dan kuat terhadap uji coba semacam itu,” kata Sherman kepada wartawan pada hari Selasa setelah pembicaraan dengan mitranya dari Korea Selatan, Cho Hyun-dong, di Seoul.

"Seluruh dunia akan merespons dengan cara yang kuat dan jelas. Kami siap," katanya lagi.

Baca juga: AS-Korsel Tembakkan 8 Rudal untuk Merespons Manuver 8 Misil Korut

Ada kekhawatiran yang berkembang bahwa Korea Utara yang dipimpin Kim Jong-un, yang telah melakukan peluncuran rudal dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya tahun ini, akan segera menguji senjata nuklir untuk pertama kalinya sejak 2017.

Pada hari Senin, pasukan Korea Selatan dan AS menembakkan delapan rudal surafce-to-surface di lepas pantai timur Korea Selatan sehari setelah Pyongyang menguji tembak delapan rudal balistik jarak pendek.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan bahwa langkah Korea Utara untuk memperluas fasilitas utama di situs nuklir utamanya di Yongbyon terus maju.

“Sebuah atap telah dipasang di lampiran ke Fasilitas Pengayaan Sentrifugal yang dilaporkan, jadi lampiran sekarang selesai secara eksternal. Di dekat reaktor air ringan (LWR), kami telah mengamati bahwa gedung baru yang telah dibangun sejak April 2021 telah selesai, dan konstruksi telah dimulai pada dua gedung yang berdekatan,” kata Kepala IAEA Rafael Grossi dalam pernyataan triwulanannya kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Senin.

Dia juga mencatat bahwa di Punggye-ri, situs uji coba nuklir Korea Utara, ada indikasi bahwa salah satu bagian yang dikenal sebagai "adits" telah dibuka kembali, mungkin sebagai persiapan untuk uji coba nuklir. Situs itu dibongkar pada 2018 setelah pertemuan puncak antara pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

“Melakukan uji coba nuklir akan bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB dan akan menjadi perhatian serius,” kata Grossi.

Selama kunjungannya ke Seoul, Sherman menegaskan kembali bahwa pemerintah AS tetap terbuka untuk pembicaraan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Pesawat Pengebom Su-24...
Pesawat Pengebom Su-24 Ukraina Jatuh saat Misi Tempur, 2 Pilot Tewas
Rekomendasi
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Berita Terkini
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Infografis
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Industri Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved