Supermarket Kuwait Boikot Produk India, Tak Terima Nabi Muhammad Dihujat
Selasa, 07 Juni 2022 - 11:50 WIB
loading...
A
A
A
Seorang pejabat di jaringan supermarket itu mengatakan boikot terhadap seluruh perusahaan India sedang dipertimbangkan.
Komentar juru bicara Partai Bharatiya Janata (BJP) Nupur Sharma yang menggambarkan hubungan Nabi Muhammad dengan istri termudanya telah memicu kehebohan di kalangan umat Islam.
Pernyataan Sharma selama debat televisi pekan lalu, dituding sebagai pemicu bentrokan di negara bagian India dan mendorong tuntutan untuk penangkapannya.
Kemarahan menyebar ke luar negeri hingga negara-negara Muslim di penjuru dunia tentang pernyataan tak bertanggung jawab tersebut.
Partai Modi, yang sering dituduh bertindak melawan minoritas Muslim di negara itu semakin tersudut oleh tindakan pejabatnya itu.
Karena itulah, BJP pada Minggu mengumumkan, “Menangguhkan Sharma karena mengungkapkan pandangan yang bertentangan dengan posisi partai dan mengatakan menghormati semua agama.”
Sharma mengatakan di Twitter bahwa komentarnya itu sebagai tanggapan atas "penghinaan" yang dibuat terhadap Dewa Hindu Siwa.
“Jika kata-kata saya telah menyebabkan ketidaknyamanan atau menyakiti perasaan keagamaan siapa pun, saya dengan ini menarik pernyataan saya tanpa syarat,” ujar Sharma.
Pada Minggu, Qatar menuntut agar India meminta maaf atas komentar "Islamofobia", ketika Wakil Presiden India Venkaiah Naidu mengunjungi negara Teluk yang kaya gas itu dalam upaya meningkatkan perdagangan.
“Iran mengikuti Qatar dan Kuwait dengan memanggil duta besar India untuk memprotes atas nama pemerintah dan rakyat," ungkap laporan kantor berita negara IRNA pada Minggu malam.
Universitas Al-Azhar, salah satu institusi Islam yang paling penting di dunia, mengatakan, “Komentar pejabat India itu adalah terorisme yang sebenarnya dan dapat menjerumuskan seluruh dunia ke dalam krisis dan perang yang mematikan.”
Komentar juru bicara Partai Bharatiya Janata (BJP) Nupur Sharma yang menggambarkan hubungan Nabi Muhammad dengan istri termudanya telah memicu kehebohan di kalangan umat Islam.
Pernyataan Sharma selama debat televisi pekan lalu, dituding sebagai pemicu bentrokan di negara bagian India dan mendorong tuntutan untuk penangkapannya.
Kemarahan menyebar ke luar negeri hingga negara-negara Muslim di penjuru dunia tentang pernyataan tak bertanggung jawab tersebut.
Partai Modi, yang sering dituduh bertindak melawan minoritas Muslim di negara itu semakin tersudut oleh tindakan pejabatnya itu.
Karena itulah, BJP pada Minggu mengumumkan, “Menangguhkan Sharma karena mengungkapkan pandangan yang bertentangan dengan posisi partai dan mengatakan menghormati semua agama.”
Sharma mengatakan di Twitter bahwa komentarnya itu sebagai tanggapan atas "penghinaan" yang dibuat terhadap Dewa Hindu Siwa.
“Jika kata-kata saya telah menyebabkan ketidaknyamanan atau menyakiti perasaan keagamaan siapa pun, saya dengan ini menarik pernyataan saya tanpa syarat,” ujar Sharma.
Pada Minggu, Qatar menuntut agar India meminta maaf atas komentar "Islamofobia", ketika Wakil Presiden India Venkaiah Naidu mengunjungi negara Teluk yang kaya gas itu dalam upaya meningkatkan perdagangan.
“Iran mengikuti Qatar dan Kuwait dengan memanggil duta besar India untuk memprotes atas nama pemerintah dan rakyat," ungkap laporan kantor berita negara IRNA pada Minggu malam.
Universitas Al-Azhar, salah satu institusi Islam yang paling penting di dunia, mengatakan, “Komentar pejabat India itu adalah terorisme yang sebenarnya dan dapat menjerumuskan seluruh dunia ke dalam krisis dan perang yang mematikan.”
Lihat Juga :