Jerman Deteksi Lebih dari 300 Penggemar Hitler di Jajaran Keamanannya

Sabtu, 14 Mei 2022 - 14:01 WIB
loading...
A A A
“Dinas intelijen militer Jerman (MAD) paling banyak melakukan pelanggaran, dengan 83 karyawan ditemukan terlibat dalam kegiatan melawan tatanan dasar demokrasi yang bebas," ungkap laporan itu.

Kepolisian federal menduduki peringkat kedua, dengan 18 karyawan seperti itu.

Kementerian Dalam Negeri mengidentifikasi 138 ekstremis yang bekerja di lembaga federal dan 189 di tingkat negara bagian. Lebih dari 640.000 orang bekerja di dinas keamanan Jerman.

“Masing-masing kasus ini terlalu banyak,” ujar Faeser kepada wartawan.

Dia menambahkan, lebih dari 500 tindakan disipliner telah diambil terhadap petugas keamanan yang memiliki kaitan dengan ekstremisme.

Laporan Jumat datang hampir dua tahun setelah studi nasional pertama Jerman tentang ekstremisme sayap kanan di badan keamanan negara itu menemukan ratusan kasus dugaan pelanggaran yang melibatkan tentara, petugas polisi dan pejabat lainnya.

Meskipun jumlah kasus relatif kecil dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja keamanan Jerman, penulis laporan tahun 2020 mengakui, “Pada dasarnya dapat diasumsikan bahwa ada juga medan gelap dari para ekstremis yang tidak terdeteksi.”

Banyak kasus yang melibatkan berbagi simbol atau gambar ekstremis, seperti swastika. Tinjauan terbaru menemukan berbagai kegiatan yang “beragam”, seperti bergabung dengan grup obrolan ekstremis, menyebarkan propaganda ekstremis, dan membuat “hinaan bermotif politik.”

Beberapa karyawan dicurigai sebagai anggota gerakan "Reichsburger" yang menyangkal legitimasi negara Jerman modern.

Kekhawatiran atas ekstremisme dalam jajaran keamanan Jerman meningkat dalam beberapa tahun terakhir, di tengah serangkaian kasus tingkat tinggi yang melibatkan petugas polisi dan anggota militer.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2705 seconds (11.252#12.26)