Perang Masih Berkecamuk di Ukraina, Rusia Uji Coba Rudal Balistik Sarmat

Rabu, 20 April 2022 - 23:23 WIB
loading...
Perang Masih Berkecamuk di Ukraina, Rusia Uji Coba Rudal Balistik Sarmat
Rusia melakukan uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) Sarmat di tengah kecamuk perang dengan Ukraina. Foto/Sputnik
A A A
MOSKOW - Rusia melakukan peluncuran uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) baru di tengah konflik yang terjadi di Ukraina . Ini meningkatkan kekhawatiran lebih lanjut terkait perang yang terjadi di Ukraina.

Rusia melakukan peluncuran uji coba rudal ICBM Sarmat , yang juga dikenal sebagai Satan-2, pada Rabu (20/4/2022)di pelabuhan antariksa Plesetsk pada saat ketegangan meningkat setelah Presiden Vladimir Putin mengancam penggunaan senjata nuklir sebagai tanggapan atas provokasi Barat.

Putin ditampilkan di TV yang diberi pengarahan oleh militer bahwa rudal telah diluncurkan dari barat laut negara itu dan mengenai sasaran di semenanjung Kamchatka di timur jauh.



"Saya mengucapkan selamat kepada Anda atas keberhasilan peluncuran rudal balistik antarbenua Sarmat," kata Putin kepada militer Rusia.

"Senjata yang benar-benar unik ini akan memperkuat potensi tempur angkatan bersenjata kita, memastikan keamanan Rusia dari ancaman eksternal dan membuat mereka yang, dalam panasnya retorika agresif, mencoba mengancam negara kita, berpikir dua kali," ujarnya.

"Kompleks baru memiliki karakteristik taktis dan teknis tertinggi dan mampu mengatasi semua sarana pertahanan anti-rudal modern. Ini tidak memiliki analog di dunia dan tidak akan memiliki waktu yang lama untuk datang," sambungnya.

"Senjata yang benar-benar unik ini akan memperkuat potensi tempur angkatan bersenjata kita, memastikan keamanan Rusia dari ancaman eksternal dan menyediakan bahan pemikiran bagi mereka yang, dalam panasnya retorika agresif yang hiruk pikuk, mencoba mengancam negara kita," pungkasnya seperti dikutip dari Daily Mail.

Baca juga: Perusahaan Ceko Akan Perbaiki Tank Ukraina yang rusak

Sarmat adalah ICBM baru yang diperkirakan akan dikerahkan Rusia dengan 10 atau lebih hulu ledak pada setiap rudal, menurut Layanan Penelitian Kongres AS.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1140 seconds (11.210#12.26)