Rusia Jadi Negara Kedua yang Ditangguhkan dari Dewan HAM PBB
Jum'at, 08 April 2022 - 09:48 WIB
loading...
A
A
A
Berbicara setelah pemungutan suara, wakil anggota tetap Rusia Gennady Kuzmin menyebut keputusan Majelis Umum PBB sebagai langkah tidak sah dan bermotivasi politik dengan tujuan secara demonstratif menghukum negara anggota PBB yang berdaulat. Ia bahkan sampai menyebutnya sebagai pemerasan terbuka terhadap negara-negara berdaulat.
Baca juga: PBB Bakal Gelar Voting Tentukan Nasib Rusia di Dewan HAM
Dia juga mengklaim dewan tersebut dimonopoli oleh satu kelompok negara yang menggunakannya untuk tujuan jangka pendek mereka, dan tindakan seperti itu melanggar mandat yang dipercayakan oleh komunitas internasional pada Dewan Hak Asasi Manusia serta secara keseluruhan merusak kepercayaan pada badan tersebut.
Setelah pemungutan suara selesai, Kuzmin mengatakan Rusia membuat keputusan untuk mengakhiri keanggotaannya di Dewan Hak Asasi Manusia.
James Roscoe, seorang diplomat Inggris, kemudian meminta Rusia untuk mengklarifikasi.
"Itu terdengar seperti seseorang yang baru saja dipecat, kemudian mengajukan pengunduran diri mereka," ujarnya.
"Saya pikir kami membuat pernyataan yang sangat jelas," jawab Kuzmin.
Baca juga: PBB Bakal Gelar Voting Tentukan Nasib Rusia di Dewan HAM
Dia juga mengklaim dewan tersebut dimonopoli oleh satu kelompok negara yang menggunakannya untuk tujuan jangka pendek mereka, dan tindakan seperti itu melanggar mandat yang dipercayakan oleh komunitas internasional pada Dewan Hak Asasi Manusia serta secara keseluruhan merusak kepercayaan pada badan tersebut.
Setelah pemungutan suara selesai, Kuzmin mengatakan Rusia membuat keputusan untuk mengakhiri keanggotaannya di Dewan Hak Asasi Manusia.
James Roscoe, seorang diplomat Inggris, kemudian meminta Rusia untuk mengklarifikasi.
"Itu terdengar seperti seseorang yang baru saja dipecat, kemudian mengajukan pengunduran diri mereka," ujarnya.
"Saya pikir kami membuat pernyataan yang sangat jelas," jawab Kuzmin.
Lihat Juga :