Korea Selatan Bahas Pengerahan Kapal Selam dan Pembom Nuklir AS

Kamis, 07 April 2022 - 10:07 WIB
loading...
Korea Selatan Bahas...
Pembom B-1B dan jet tempur F-35B Angkatan Udara Amerika Serikat, terbang bersama F-15K Korea Selatan di atas Semenanjung Korea pada September 2017. Foto/Global Look Press/South Korean Defense Ministry
A A A
SEOUL - Sekelompok penasihat Presiden terpilih Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol bertemu Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) Jake Sullivan untuk memperkuat “pencegahan” dengan peningkatan kehadiran AS di Semenanjung Korea.

Langkah ini akan mencakup pengerahan kapal selam nuklir dan pembom nuklir, Reuters melaporkan pada Rabu (6/4/2022), mengutip beberapa anggota delegasi.

“Menyebarkan aset strategis adalah elemen penting untuk memperkuat pencegahan yang diperpanjang, dan masalah ini secara alami muncul selama diskusi,” ungkap Park Jin, anggota parlemen Korea Selatan yang memimpin delegasi dalam kunjungannya ke Washington.

Baca juga: Biden: Sanksi akan Buat Ekonomi Rusia Mundur 15 Tahun dan Lumpuh

Park menambahkan kedua belah pihak mengeksplorasi opsi meningkatkan pencegahan nuklir Amerika yang diperluas dan mengoordinasikan upaya melawan ancaman yang ditimbulkan Korea Utara (Korut).

Baca juga: Ukraina Akan Jadi Seperti Israel, Tak Mau Liberal Mirip Eropa

Delegasi itu juga berusaha mengatur pertemuan antara Yoon dan Presiden AS Joe Biden setelah pemimpin Korea Selatan itu resmi menjabat.

Baca juga: Uni Eropa Jelaskan Mengapa Mereka Terus Mempersenjatai Ukraina

Yoon, politisi konservatif dan mantan jaksa agung yang memenangkan pemilu presiden pada 9 Maret, akan dilantik pada 10 Mei.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Efisiensi, Malaysia...
Efisiensi, Malaysia Tambah WFH bagi PNS Jadi 2 Hari Setiap Pekan
Rekomendasi
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Roy Suryo Hadiri Sidang...
Roy Suryo Hadiri Sidang Perdana Praperadilan: Tidak Ada Upaya untuk Memperlambat Peristiwa Utamanya
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Berita Terkini
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved