NATO Sepakat Lawan Rudal Berkemampuan Nuklir Rusia yang Kian Canggih
Kamis, 18 Juni 2020 - 12:07 WIB
loading...
A
A
A
"Mereka juga menurunkan ambang batas untuk penggunaan senjata nuklir," ujarnya, yang mencatat penempatan rudal SSC-8 menyebabkan berakhirnya Perjanjian INF.
Selain itu, kata Stolteberg, kendaraan luncur hipersonik Rusia kini beroperasi, dan negara tersebut memodernisasi rudal balistik antarbenua. Tak hanya itu, Moskow juga telah menguji sistem rudal balistik yang diluncurkan dari udara, dan sedang mengembangkan rudal jelajah berkekuatan nuklir.
"Kami juga telah melihat pola retorika nuklir Rusia selama bertahun-tahun, yang bertujuan mengintimidasi dan mengancam sekutu NATO," kata Stoltenberg. "Perilaku Rusia sangat tidak stabil dan berbahaya."
Komentar itu muncul sehari setelah dua pesawat jet tempur siluman F-22 Raptor Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) atau USAF yang didukung oleh pesawat tanker KC-135 dan pesawat E-3 AWACS, mencegat dua formasi pesawat pembom berkemampuan nuklir milik Rusia di lepas pantai Alaska.
Kurang dari seminggu sebelumnya, jet-jet tempur Raptor AS juga mencegat dua formasi pesawat pembom Rusia yang terbang di lepas pantai Alaska. Sedangkan pesawat tempur Rusia mencegat pesawat pembom B-52H AS yang beroperasi di wilayah udara internasional di atas Laut Baltik pada 15 Juni. (Baca juga: Trump: AS Akan Kalahkan Rusia dan China dengan Rudal Super Duper )
Selain itu, kata Stolteberg, kendaraan luncur hipersonik Rusia kini beroperasi, dan negara tersebut memodernisasi rudal balistik antarbenua. Tak hanya itu, Moskow juga telah menguji sistem rudal balistik yang diluncurkan dari udara, dan sedang mengembangkan rudal jelajah berkekuatan nuklir.
"Kami juga telah melihat pola retorika nuklir Rusia selama bertahun-tahun, yang bertujuan mengintimidasi dan mengancam sekutu NATO," kata Stoltenberg. "Perilaku Rusia sangat tidak stabil dan berbahaya."
Komentar itu muncul sehari setelah dua pesawat jet tempur siluman F-22 Raptor Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) atau USAF yang didukung oleh pesawat tanker KC-135 dan pesawat E-3 AWACS, mencegat dua formasi pesawat pembom berkemampuan nuklir milik Rusia di lepas pantai Alaska.
Kurang dari seminggu sebelumnya, jet-jet tempur Raptor AS juga mencegat dua formasi pesawat pembom Rusia yang terbang di lepas pantai Alaska. Sedangkan pesawat tempur Rusia mencegat pesawat pembom B-52H AS yang beroperasi di wilayah udara internasional di atas Laut Baltik pada 15 Juni. (Baca juga: Trump: AS Akan Kalahkan Rusia dan China dengan Rudal Super Duper )
Lihat Juga :