Gedung Putih Umumkan Program Rudal Hipersonik dengan Australia dan Inggris

Rabu, 06 April 2022 - 03:34 WIB
loading...
Gedung Putih Umumkan...
Gedung Putih umumkan program rudal hipersonik dengan Australia dan Inggris. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Joe Biden mengumumkan perluasan kemitraan Australia-Inggris-Amerika Serikat atau AUKUS dengan memasukkan pengembangan sistem senjata hipersonik dan kontra-hipersonik.

Pengumuman itu muncul kira-kira tujuh bulan setelah kemitraan AUKUS diluncurkan, dengan tujuan yang jelas untuk membantu Australia mengembangkan armada kapal selam nuklir guna melawan kehadiran China di kawasan Indo-Pasifik .

"Kami berkomitmen penuh untuk membangun pendekatan yang kuat untuk berbagi teknologi propulsi angkatan laut dengan Australia yang memperkuat rezim non-proliferasi global," kata ketiga negara dalam pernyataan bersama Selasa sore waktu setempat.



“Kami juga berkomitmen hari ini untuk memulai kerja sama trilateral baru pada hipersonik dan kontra-hipersonik, dan kemampuan peperangan elektronik, serta untuk memperluas berbagi informasi dan memperdalam kerja sama dalam inovasi pertahanan,” sambung pernyataan itu seperti dilansir dari Washington Examiner, Rabu (6/4/2022).

Pejabat Gedung Putih mengatakan sistem hipersonik akan menambah upaya yang ada untuk memperdalam kerja sama dalam kemampuan dunia maya, kecerdasan buatan, teknologi kuantum, dan kemampuan bawah laut tambahan.

Badan Proyek Penelitian Lanjutan Pertahanan Pentagon dan Angkatan Udara AS (DARPA) berhasil melakukan uji coba rudal hipersonik yang dikembangkan oleh Lockheed Martin pada pertengahan Maret.

Baca juga: Australia Beli Senjata Baru Rp36 Triliun, Termasuk 75 Tank M1A2 Abrams

Teknologi rudal hipersonik telah ada selama beberapa dekade, tetapi DARPA mengatakan rudal baru ini akan terbang dengan kemampuan manuver yang meningkat, memungkinkan militer untuk menyerang target dengan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi.

“Tes penerbangan HAWC Lockheed Martin ini berhasil menunjukkan desain kedua yang akan memungkinkan pejuang kami untuk secara kompetitif memilih kemampuan yang tepat untuk mendominasi medan perang,” tulis administrasi Biden dalam sebuah pernyataan.

“Kami masih menganalisis data uji terbang, tetapi yakin bahwa kami akan memberi Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS pilihan yang sangat baik untuk mendiversifikasi teknologi yang tersedia untuk misi masa depan mereka," sambung pernyataan itu.

Para pejabat pertahanan mengatakan tes itu tidak segera diungkapkan karena kekhawatiran meningkatnya ketegangan dengan Rusia di tengah perangnya di Ukraina, di mana Moskow dilaporkan menggunakan rudal hipersonik untuk menyerang sasaran sipil dan pemerintah.

Baca juga: Kompak, Putin-Jinping Sebut AUKUS Rongrong Keseimbangan Nuklir
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
5 Fakta Trump Ingin...
5 Fakta Trump Ingin Membeli Kepulauan Chagos yang Sangat Strategis
Israel Ternyata Ditolong...
Israel Ternyata Ditolong AS saat Dihujani Rudal Iran
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Prabowo dan Menlu Turkiye...
Prabowo dan Menlu Turkiye Bertemu di Hambalang, Bahas Isu Palestina hingga Timur Tengah
Harga Minyak Dunia Melonjak...
Harga Minyak Dunia Melonjak usai Iran Serang Israel, Brent Tembus 95 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU Polri Jadi UU
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2.000 Meter
Berita Terkini
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Infografis
Houthi Sukses Serang...
Houthi Sukses Serang Pangkalan Udara Israel dengan Rudal Hipersonik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved