Azerbaijan Mengaku Siap Gelar Pembicaraan Damai dengan Armenia
Rabu, 30 Maret 2022 - 15:27 WIB
loading...
A
A
A
Kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh Presiden Rusia Vladimir Putin membuat Armenia menyerahkan sebagian besar wilayah ke Azerbaijan, dan Moskow mengerahkan kontingen penjaga perdamaian ke wilayah pegunungan.
Baca: 7 Tentara Azerbaijan Tewas dalam Bentrok Perbatasan dengan Armenia
Pekan lalu, Yerevan dan Moskow menuduh Baku melanggar gencatan senjata di zona tanggung jawab kontingen Rusia. Mereka menuduh pasukan Azeri merebut desa Farukh di wilayah Askeran di Karabakh, di mana tiga tentara Armenia tewas dalam baku tembak pekan lalu.
Baku menolak tuduhan itu, bersikeras bahwa daerah itu adalah bagian dari wilayahnya yang diakui secara internasional. Pada hari Senin, Dewan Keamanan Armenia menuduh Azerbaijan “mempersiapkan lahan untuk provokasi baru dan serangan terhadap Nagorno-Karabakh.”
Dewan Keamanan Armenia mendesak Baku untuk “segera memulai pembicaraan tentang perjanjian damai yang komprehensif”. Armenia juga menuntut penyelidikan atas tindakan kontingen penjaga perdamaian Rusia selama “serangan” Azeri dan mendesak pasukan Rusia untuk mengambil “langkah nyata” untuk meredakan ketegangan.
Baca: 7 Tentara Azerbaijan Tewas dalam Bentrok Perbatasan dengan Armenia
Pekan lalu, Yerevan dan Moskow menuduh Baku melanggar gencatan senjata di zona tanggung jawab kontingen Rusia. Mereka menuduh pasukan Azeri merebut desa Farukh di wilayah Askeran di Karabakh, di mana tiga tentara Armenia tewas dalam baku tembak pekan lalu.
Baku menolak tuduhan itu, bersikeras bahwa daerah itu adalah bagian dari wilayahnya yang diakui secara internasional. Pada hari Senin, Dewan Keamanan Armenia menuduh Azerbaijan “mempersiapkan lahan untuk provokasi baru dan serangan terhadap Nagorno-Karabakh.”
Dewan Keamanan Armenia mendesak Baku untuk “segera memulai pembicaraan tentang perjanjian damai yang komprehensif”. Armenia juga menuntut penyelidikan atas tindakan kontingen penjaga perdamaian Rusia selama “serangan” Azeri dan mendesak pasukan Rusia untuk mengambil “langkah nyata” untuk meredakan ketegangan.
Lihat Juga :