China Bangun Pangkalan Pertama di Pasifik, Aliansi dengan Kepulauan Solomon
Kamis, 24 Maret 2022 - 18:20 WIB
loading...
A
A
A
Pakar geopolitik Pasifik Selandia Baru Dr Anna Powles berpendapat penandatanganan pakta keamanan juga berarti logistik dan pasokan akan tersedia untuk Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) di Kepulauan Solomon.
Dia juga bertanya-tanya apakah itu berarti "pangkalan" China di Kepulauan Solomon, yang bisa menjadi yang pertama bagi Beijing di kawasan Pasifik.
Rancangan pakta keamanan muncul dengan latar belakang meningkatnya hubungan keamanan antara Kepulauan Solomon dan China.
Negara Pasifik itu mengalihkan kesetiaan diplomatiknya dari Taiwan ke China hanya pada 2019, setelah pertemuan antara Perdana Menteri (PM) Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare dan Presiden China Xi Jinping di Beijing.
China juga merupakan mitra dagang terbesar Kepulauan Solomon, dan memberikan akses bebas bea ke 97% ekspor dari pulau-pulau tersebut.
Desember lalu, Perdana Menteri Manasseh Sogavare mengundang polisi anti huru hara China untuk memadamkan demonstrasi kekerasan di ibu kota Honiara.
Para pengunjuk rasa dirugikan oleh keputusan pemerintah membatalkan dukungan diplomatik untuk Taiwan demi China.
Pada saat itu, Sogavare mengklaim kerusuhan di ibu kota serta Chinatown-nya telah "dihasut dari luar negeri".
Dia juga bertanya-tanya apakah itu berarti "pangkalan" China di Kepulauan Solomon, yang bisa menjadi yang pertama bagi Beijing di kawasan Pasifik.
Rancangan pakta keamanan muncul dengan latar belakang meningkatnya hubungan keamanan antara Kepulauan Solomon dan China.
Negara Pasifik itu mengalihkan kesetiaan diplomatiknya dari Taiwan ke China hanya pada 2019, setelah pertemuan antara Perdana Menteri (PM) Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare dan Presiden China Xi Jinping di Beijing.
China juga merupakan mitra dagang terbesar Kepulauan Solomon, dan memberikan akses bebas bea ke 97% ekspor dari pulau-pulau tersebut.
Desember lalu, Perdana Menteri Manasseh Sogavare mengundang polisi anti huru hara China untuk memadamkan demonstrasi kekerasan di ibu kota Honiara.
Para pengunjuk rasa dirugikan oleh keputusan pemerintah membatalkan dukungan diplomatik untuk Taiwan demi China.
Pada saat itu, Sogavare mengklaim kerusuhan di ibu kota serta Chinatown-nya telah "dihasut dari luar negeri".
Lihat Juga :