Putin Kembali Terima Pukulan Telak, Satu Lagi Jenderal Rusia Tewas

Kamis, 17 Maret 2022 - 05:46 WIB
loading...
Putin Kembali Terima...
Mayor Jenderal Oleg Mityaev dilaporkan tewas dibunuh oleh Batalion Azov di Mariupol, Ukraina. Foto/BBC
A A A
KIEV - Presiden Vladimir Putin kembali mendapatkan pukulan telak setelah satu lagi jenderal Rusia dilaporkan tewas di Ukraina . Hingga kini telah empat jenderal Rusia dilaporkan tewas selama invasi di Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan secara langsung tewasnya seorang jenderal Rusia dalam pertempuran. Dia tidak menyebutkan nama perwira itu, tetapi seorang penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina mengatakan bahwa Mayor Jenderal Oleg Mityaev telah dibunuh oleh Batalion Azov yang berhaluan sayap kanan.

"Jenderal Mityaev tewas di dekat Mariupol," kata media Ukraina seperti dikutip dari BBC, Kamis (17/3/2022).



Dia adalah jenderal keempat yang dilaporkan terbunuh, membuat beberapa orang bertanya mengapa anggota senior militer Rusia begitu dekat dengan garis depan.

Berbicara kepada Wall Street Journal, seseorang dalam lingkaran dalam Presiden Zelensky mengatakan Ukraina memiliki tim intelijen militer yang didedikasikan untuk menargetkan kelas perwira Rusia.

"Mereka mencari jenderal, pilot, komandan artileri yang terkenal," kata orang itu kepada surat kabar tersebut.

Analis percaya bahwa sekitar 20 jenderal memimpin operasi Rusia di Ukraina, yang berarti bahwa jika semua kematian yang dilaporkan dikonfirmasi, seperlima jenderal Rusia telah tewas dalam aksi.

Baca juga: Deretan Komandan Rusia yang Tewas di Ukraina, dari Kolonel hingga Jenderal

Dengan kerugian yang begitu tinggi, beberapa ahli percaya bahwa para jenderal tidak hanya berada di tempat yang salah pada waktu yang salah, tetapi Ukraina kemungkinan akan menargetkan perwira tinggi Rusia.

"Saya tidak berpikir ini adalah kecelakaan. Satu adalah kecelakaan, tetapi banyak yang menjadi sasaran," kata analis dari Universitas Georgetown, Rita Konaev, kepada BBC.

Menurut Konaev, dengan militer Ukraina kalah jumlah, penargetan individu tingkat tinggi bisa menjadi bagian penting dari perang informasi.

"Dengan asumsi ada unsur penargetan, ini memberi makanan moral bagi Ukraina sendiri. Ada unsur kemenangan. Ini menginspirasi," jelasnya.

Meski begitu, rincian kematian para jenderal tidak jelas, dan sulit mendapatkan fakta yang kuat dari lapangan. Ada anggapan bahwa mereka semua terjebak dalam pertempuran di garis depan, tetapi itu belum tentu demikian, kata Konaev.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
AS Ancam Serang Infrastruktur...
AS Ancam Serang Infrastruktur Iran, Presiden Pezeshkian: Mereka Putus Asa!
Rekomendasi
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Salurkan Makanan Bergizi, Warga Duri Kepa Mengaku Sangat Terbantu
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Bagikan Pangan Gratis untuk Warga Duri Kepa
FIFA Perketat Aturan,...
FIFA Perketat Aturan, Drama Mengulur Dihabisi
Berita Terkini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved