Profil Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin, Pakar Pajak dan Teknologi
Senin, 14 Maret 2022 - 18:19 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Hindari Sanksi Barat, Kaum Tajir Rusia Pindah Dana dari Eropa ke Dubai
Meskipun karirnya berfokus pada pajak, Mishustin mulanya dididik untuk menjadi insinyur, lulus dari Institut Instrumen Mesin STANKIN di Moskow (sekarang Universitas Teknologi Negeri Moskow STANKIN) pada tahun 1989. Menurut biografi resminya, ia menyandang gelar PhD di bidang ekonomi.
Dia juga bertugas sebagai ahli IT pada 1990-an di International Computer Club, yang menurut kantor berita Rusia TASS, berfungsi untuk menarik "teknologi informasi barat yang canggih ke Rusia."
Pecinta Teknologi
Mishustin mirip dengan pendahulunya Medvedev dalam memboyong teknologi dan dikenal luas karena mendigitalkan sistem pajak Rusia.
Ini telah berhasil memerangi penghindaran pajak dan mengubah banyak usaha kecil informal menjadi ekonomi formal.
Baru tahun lalu, Mishutin memberi tahu Kommersant bahwa Rusia harus merangkul kecerdasan buatan dan teknologi digital dengan mengatakan, "Jika kita tidak mengerti bagaimana dunia ini berkembang dan apa aturannya, jika kita bersikeras bahwa negara kita adalah bagian dari orde lama, dunia baru ini akan menjadikan kita sebagai korban."
Meskipun karirnya berfokus pada pajak, Mishustin mulanya dididik untuk menjadi insinyur, lulus dari Institut Instrumen Mesin STANKIN di Moskow (sekarang Universitas Teknologi Negeri Moskow STANKIN) pada tahun 1989. Menurut biografi resminya, ia menyandang gelar PhD di bidang ekonomi.
Dia juga bertugas sebagai ahli IT pada 1990-an di International Computer Club, yang menurut kantor berita Rusia TASS, berfungsi untuk menarik "teknologi informasi barat yang canggih ke Rusia."
Pecinta Teknologi
Mishustin mirip dengan pendahulunya Medvedev dalam memboyong teknologi dan dikenal luas karena mendigitalkan sistem pajak Rusia.
Ini telah berhasil memerangi penghindaran pajak dan mengubah banyak usaha kecil informal menjadi ekonomi formal.
Baru tahun lalu, Mishutin memberi tahu Kommersant bahwa Rusia harus merangkul kecerdasan buatan dan teknologi digital dengan mengatakan, "Jika kita tidak mengerti bagaimana dunia ini berkembang dan apa aturannya, jika kita bersikeras bahwa negara kita adalah bagian dari orde lama, dunia baru ini akan menjadikan kita sebagai korban."
Lihat Juga :