4 Sniper Perempuan Rusia Paling Mematikan, Nomor 1 Habisi 309 Nyawa
Senin, 07 Maret 2022 - 16:01 WIB
loading...
A
A
A
Dia dianugerahi Ordo Bintang Merah dan Ordo Panji Merah. Pangkat terakhir yang dimiliki Ganiyeva adalah Letnan Junior.
4. Aliya Moldagulova
Aliya Moldagulova bergabung dengan tentara Soviet pada usia 19 tahun. Perempuan kelahiran Oblast Pskov, 25 Oktober 1925 ini menjadi legenda Soviet dalam Perang Dunia 2 dengan melakukan 80 pembunuhan.
![4 Sniper Perempuan Rusia Paling Mematikan, Nomor 1 Habisi 309 Nyawa]()
Moldagulova kehilangan ibunya saat berusia 7 tahun. Sang paman yang kala itu bergabung dengan Military Transport Academy lantas membawa Moldagulova kecil berkeliling kota untuk bertugas.
Saat pengepungan Leningrad terjadi pada September 1941, Moldagulova bersama rekan-rekannya ikut berpartisipasi dan menjadi pagar betis pertahanan di dekat Sungai Neva.
Perempuan pemberani itu tak hanya menunjukkan dedikasi dan kerja kerasnya, tapi juga menyemangati teman-temannya yang sedang dalam kondisi tertekan.
Ia mulai ditugaskan sebagai sniper pada Juli 1943. Meskipun usianya sangat belia, namun rekan-rekannya di militer memandang Moldagulova sebagai sniper yang sangat berani dan cekatan.
Sayangnya, ia gugur saat pertempuraN di tanggal 14 Januari 1944. Luka parah yang diderita Moldagulova membuatnya tak mampu bertahan. Ia kemudian dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Uni Soviet.
4. Aliya Moldagulova
Aliya Moldagulova bergabung dengan tentara Soviet pada usia 19 tahun. Perempuan kelahiran Oblast Pskov, 25 Oktober 1925 ini menjadi legenda Soviet dalam Perang Dunia 2 dengan melakukan 80 pembunuhan.

Moldagulova kehilangan ibunya saat berusia 7 tahun. Sang paman yang kala itu bergabung dengan Military Transport Academy lantas membawa Moldagulova kecil berkeliling kota untuk bertugas.
Saat pengepungan Leningrad terjadi pada September 1941, Moldagulova bersama rekan-rekannya ikut berpartisipasi dan menjadi pagar betis pertahanan di dekat Sungai Neva.
Perempuan pemberani itu tak hanya menunjukkan dedikasi dan kerja kerasnya, tapi juga menyemangati teman-temannya yang sedang dalam kondisi tertekan.
Ia mulai ditugaskan sebagai sniper pada Juli 1943. Meskipun usianya sangat belia, namun rekan-rekannya di militer memandang Moldagulova sebagai sniper yang sangat berani dan cekatan.
Sayangnya, ia gugur saat pertempuraN di tanggal 14 Januari 1944. Luka parah yang diderita Moldagulova membuatnya tak mampu bertahan. Ia kemudian dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Uni Soviet.
(sya)
Lihat Juga :