alexametrics

Warga & Polisi Irlandia bentrok

loading...
Warga & Polisi Irlandia bentrok
Bentrok di Ibu Kota Belfast, Irlandia Utara Senin malam (7/1/2013) (Reuters)
A+ A-
Sindonews.com - Sekitar 200 warga Irlandia terlibat bentrok dengan Polisi di jalan raya di Ibu Kota Belfast, Irlandia Utara, Senin malam (7/1/2013).

Kerusuhan tersebut dipicu oleh keputusan Dewan Kota Belfast untuk mengakhir tradisi lama. Melarang warga mengibarkan bendera Inggris sepanjang tahun dan hanya memperboleh warga melakukan hal tersebut di saat-saat tertentu.

Polisi setempat mengatakan sekitar 250 orang terlibat betrok dengan polisi. Masa menyerang petugas dengan menggunakan bom molotov, bom cat dan kembang api, serta batu. Petugas keamanan terpaksa membubarkan kerumuman masa dengan menembakan meriam air.



"Sebagai kepala kepolisian, saya telah memerintahkan petugas untuk mengambil langkah awal yang biasa dilakukan menyikap serangan masa. Jika langkah awal tersebut tidak meredakan protes, saya akan memerintahkan petugas mengambil tindakan yang lebih keras," ungkap Matt Baggott, Kepala Kepolisian setempat seperti diberitakan dalam Reuters.

Tidak ada korban tewas dalam bentrok tersebut. Namun, 52 polisi terluka dalam bentrok tersebut. Usai bentrok, pihak kepolisian mengatakan mereka telah mengamankan empat orang pria dan dua orang perempuan. Enam orang tersebut melakukan sejumlah pelanggaran ketertiban saat protes berlangsung.

Baggott mengatakan dalang dibalik aksi bentrok ini adalah Ulster Volunteer Force, kelompok pro-Inggris. Pasalnya, aksi protes yang digelar sekitar 450 massa sepanjang Senin pagi di alun-alun Ibu Kota Belfast berlangsung damai. Namun, menjadi ricuh dimalam haril.

Bentrok antara warga Irlandia yang mendukung Inggris dan nasionalis Irlandia sering kali dipicu oleh masalah pengibaran bendera Inggris. Pendukung Inggris, bersikeras menganggap wilayah Irlandia utara sebagai bagian dari Inggris.Namun, nasionalis Irlandia mengangap wilayah Irlandia utara sebagai bagian Irlandia.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak