Duta Besar Ukraina untuk AS Tuding Rusia Gunakan Bom Vakum dalam Invasi

Selasa, 01 Maret 2022 - 08:26 WIB
loading...
Duta Besar Ukraina untuk...
Ledakan bom vakum atau bom thermobaric saat latihan perang Caucasus 2016 di Opuk, Distrik Militer Selatan Rusia. Foto/tass
A A A
WASHINGTON - Duta Besar (Dubes) Ukraina untuk Amerika Serikat (AS) Oksana Markarova mengimbau anggota Kongres AS untuk bantuan lebih lanjut saat negaranya melawan "perang brutal" dari Rusia.

Menurut dia, Rusia menggunakan bom vakum pada Senin (28/2/2022) dalam invasi ke Ukraina.

"Mereka menggunakan bom vakum hari ini, yang sebenarnya dilarang oleh konvensi Jenewa," ungkap Duta Besar Oksana Markarova setelah pertemuan dengan anggota parlemen.

Baca juga: Hari Keenam Invasi, Tentara Rusia Hancurkan 1.146 Fasilitas Militer Ukraina

Dia menambahkan, "Kehancuran yang coba ditimbulkan oleh Rusia di Ukraina sangat besar."

Baca juga: Marah Besar Kena Sanksi, Putin Sebut Barat Kerajaan Kebohongan

Dia mengatakan Ukraina bekerja secara aktif dengan pemerintahan Presiden AS Joe Biden dan Kongres untuk mendapatkan lebih banyak senjata dan sanksi yang lebih keras pada Rusia.

Baca juga: Negosiasi 5 Jam Buntu, Rusia-Ukraina Sepakat Perundingan Kedua

"Mereka harus membayar, mereka harus membayar harga yang mahal," tegas dia kepada wartawan setelah meninggalkan pertemuan.



Seorang anggota parlemen yang menghadiri pertemuan itu, Anggota DPR dari Partai Demokrat Brad Sherman, mengatakan Ukraina telah meminta zona larangan terbang yang diberlakukan AS di atas Ukraina.

Meski demikian, Sherman merasa itu terlalu berbahaya karena dapat memicu konflik dengan Rusia.

Bom vakum menggunakan oksigen dari udara sekitarnya untuk menghasilkan ledakan suhu tinggi.

Bom jenis itu biasanya menghasilkan gelombang ledakan dengan durasi yang jauh lebih lama daripada ledakan bom konvensional.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved