Profil Janda Raja Dubai, Putri Haya binti Hussein

Kamis, 10 Februari 2022 - 16:49 WIB
loading...
Profil Janda Raja Dubai,...
Putri Haya binti Hussein, mantan istri keenam dan termuda pengusa Dubai Sheikh Mohammed Rashid al-Maktoum. Foto/REUTERS
A A A
JAKARTA - Janda dari raja Dubai, Putri Haya binti Hussein merupakan putri dari raja Yordania, yaitu Raja Hussein dan istri ketiganya Ratu Alia. Dia memiliki adik laki-laki, Pangeran Ali bin Husein, dan kakak perempuan, Putri Abir Muhaisen.

Wanita kelahiran 3 Mei 1974 ini memiliki julukan "Putri Haya dari Yordania" yang disematkan oleh ayahnya, Raja Hussein.

Putri Haya meniti pendidikan di Inggris, di mana pada tahun 1985, dia masuk Sekolah Bulu Tangkis di Bristol, dan kemudian Sekolah Bryanston di Dorset.

Dari 1993 hingga 1995, dia terdaftar di St Hilda's College, Universitas Oxford dan berhasil lulus dengan gelar kehormatan BA dalam bidang filsafat, politik, dan ekonomi.

Baca juga: Sosok Putri Haya, Cerai dari Penguasa Dubai Jadi Miliarder

Pada tanggal 10 April 2004, Putri Haya menikah dengan Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA dan Penguasa Dubai. Upacara pernikahan diadakan di Istana al-Baraka di Amman.

Dari pernikahannya tersebut, Putri Haya memiliki dua orang anak yang bernama Sheikha Al Jalila bint Mohammed bin Rashid Al Maktoum dan Sheikh Zayed bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum.

Pada Selasa, 22 Desember 2021, Putri Haya binti Al Hussain telah resmi bercerai dan menjadi janda superkaya di dunia. Sebelumnya, pengadilan memerintahkan mantan suaminya Sultan Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum memberikan 550 juta poundsterling (sekitar Rp 10,4 triliun) kepada Putri Haya.

Selain itu, pengadilan juga memerintahkan mantan suami Putri Haya untuk membiayai kedua anaknya, masing-masing sebesar 5,6 juta poundsterling per tahunnya.

Singkat cerita, sebelum bercerai Putri Haya dan suaminya terlibat perebutan hak asuh anak di pengadilan yang memakan waktu lama. Putri Haya bahkan sampai harus melarikan diri dari Dubai ke Inggris bersama anak-anaknya pada 2019.

Alasannya adalah Putri Haya takut akan keselamatannya setelah mengetahui Sheikh Mohammed sebelumnya membawa dan memulangkan anak-anaknya ke Dubai secara paksa.

Setelah itu, Pengadilan Tinggi Inggris memutuskan bahwa Sheikh Mohammed bersalah setelah meretas telepon seluler Putri Haya. Peretasan itu menggunakan perangkat pengintai Pegasus, yang menginfeksi telepon-telepon sasaran dan diproduksi perusahaan Israel NSO Group.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
5 Fakta UEA Bergabung...
5 Fakta UEA Bergabung dengan Agresi AS-Israel terhadap Iran sejak Awal
Iran Bisa Kembali Serang...
Iran Bisa Kembali Serang UEA untuk Balas Serangan Israel terhadap Lebanon
Malaysia, Turki dan...
Malaysia, Turki dan UEA Bersama 51 Negara Lainnya Dilaporkan Pasok Senjata ke Israel
Yordania Kutuk Penyitaan...
Yordania Kutuk Penyitaan Properti oleh Israel di Dekat Masjid Al-Aqsa
UEA Sebut Peluang Kesepakatan...
UEA Sebut Peluang Kesepakatan AS-Iran untuk Selesaikan Masalah Selat Hormuz Hanya 50-50
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Aturan Baru, Israel...
Aturan Baru, Israel Larang Wartawan Publikasikan Serangan Rudal Iran Hantam Fasilitas Militer
Rekomendasi
Cover Musik Jadi Cara...
Cover Musik Jadi Cara Generasi Digital Menunjukkan Kreativitas
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Babak Pertama: Gol Ole...
Babak Pertama: Gol Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Ungguli Mozambik
Berita Terkini
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Infografis
Profil Pangkopassus...
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved