Presiden Ukraina Setujui Sanksi Terhadap 24 Perusahaan Rusia

Minggu, 23 Januari 2022 - 21:26 WIB
loading...
Presiden Ukraina Setujui Sanksi Terhadap 24 Perusahaan Rusia
Presiden Ukraina, Vladimir Zelensky setujui sanksi terhadap 24 perusahaan Rusia. FOTO/Reuters
A A A
KIEV - Presiden Ukraina , Vladimir Zelensky menyetujui sebuah dekrit yang diajukan oleh Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina untuk menjatuhkan sanksi pada beberapa perusahaan Rusia .

Menurut dokumen yang diterbitkan oleh situs web kepresidenan, perusahaan yang masuk dalam daftar hitam termasuk perusahaan konstruksi Lenpromtransproyekt dan Geozemstroy, serta perusahaan asuransi Rusia, Grup Usaha Asuransi.

Baca: Begini Peta Prediksi Invasi Habis-habisan Rusia terhadap Ukraina

Seperti dilaporkan kantor berita TASS, Sabtu (22/1/2022), daftar tersebut juga menyebutkan Pusat Pengembangan Budaya Sevastopol yang dikelola negara, yayasan Warisan Budaya Nasional untuk proyek sosial dan budaya, Layanan Keamanan Departemen Kementerian Transportasi Rusia dan perusahaan induk Transstroy.

Secara keseluruhan, daftar tersebut memiliki 24 perusahaan yang dianggap bertanggung jawab oleh pemerintah Kiev atas "pembangunan dan penggunaan jalur kereta api secara ilegal dari rute transportasi melintasi Selat Kerch," mengatur layanan kereta api antara Krimea dan daratan Rusia dan "merusak warisan budaya nasional di wilayah Sevastopol."

Setelah kudeta pemerintah Februari 2014 di Ukraina, otoritas Krimea dan Sevastopol mengadakan referendum tentang masalah reunifikasi dengan Rusia. Pemungutan suara berlangsung pada 16 Maret, dengan jumlah pemilih melebihi 80%. Reunifikasi dengan Rusia didukung oleh 96,7% di Krimea dan 95,6% di Sevastopol.



Baca: Dikecam karena Puji Putin, Panglima Angkatan Laut Jerman Mengundurkan Diri

Pada 18 Maret, presiden Rusia menandatangani perjanjian tentang aksesi Republik Krimea dan Sevastopol ke Federasi Rusia. Majelis Federal Rusia meratifikasi perjanjian itu pada 21 Maret. Terlepas dari hasil referendum yang tegas, Kiev telah menolak untuk mengakui Krimea sebagai bagian dari Rusia.

Zelensky juga telah menyetujui keputusan Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina untuk menjatuhkan sanksi kepada Utusan Berkuasa Penuh Presiden Rusia untuk Distrik Federal Kaukasus Utara, Yury Chaika. Sanksi, yang dikenakan untuk periode lima tahun, termasuk pemblokiran aset di Ukraina dan penangguhan transaksi keuangan.



Ukraina juga memberlakukan sanksi terhadap perusahaan arsitektur dan desain Austria yang mengerjakan proyek untuk membangun gedung teater baru di Sevastopol, sebuah kota di semenanjung Krimea yang dikuasai Rusia.

Sebuah keputusan yang dikeluarkan oleh Zelenskiy mengatakan, Coop Himmelb, dilarang melakukan bisnis di Ukraina dan tidak dapat menarik modal dari negara itu selama lima tahun. Keputusan tersebut juga melarang enam anggota dewan perusahaan memasuki Ukraina dan berpartisipasi dalam privatisasi, dan mengatakan aset mereka di negara itu akan dibekukan.
(esn)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2222 seconds (11.210#12.26)