Dokter Dokter Singapura Dituduh Berhubungan Seks dengan Pasien
Kamis, 23 April 2020 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
"Ketika putusan dari gugatan pencemaran nama baik dibawa ke perhatian SMC pada April 2020, SMC telah bertindak segera untuk mengamankan upaya yang ditandatangani dari Dr Chan dan Dr Ong agar menahan diri dari menghubungi pasien perempuan untuk tujuan di luar ruang lingkup praktik medis mereka, sambil menunggu selesainya proses disipliner terhadap mereka," bunyi pernyataan SMC.
Tidak disebutkan kapan SMC mengambil tindakan ini. Saham HC Surgical Specialists tidak menentu setelah gugatan pencemaran nama baik dokter kalah di pengadilan jadi pemberitaan media setempat.
Pada hari Senin, Parkway menarik akreditasi Dr Ong, sehingga dia tidak bisa lagi menggunakan empat rumah sakit grup—Gleneagles, Mount Elizabeth, Mount Elizabeth Novena dan Parkway East—dan fasilitas untuk pasiennya, sambil menunggu hasil dari pengaduan.
Namun, Dr Ong akan diizinkan untuk terus berlatih di pusat jantung HC Surgical Specialists.
Sebuah artikel di Straits Times telah menyebutkan bahwa SMC memiliki tujuh aduan terhadap dokter terkait pelanggaran seks pada tahun 2018, di mana empat telah diajukan sejak 2017. Hanya satu yang ditangani pada tahun 2018, sementara enam lainnyadalam proses hingga 2019.
Tidak disebutkan kapan SMC mengambil tindakan ini. Saham HC Surgical Specialists tidak menentu setelah gugatan pencemaran nama baik dokter kalah di pengadilan jadi pemberitaan media setempat.
Pada hari Senin, Parkway menarik akreditasi Dr Ong, sehingga dia tidak bisa lagi menggunakan empat rumah sakit grup—Gleneagles, Mount Elizabeth, Mount Elizabeth Novena dan Parkway East—dan fasilitas untuk pasiennya, sambil menunggu hasil dari pengaduan.
Namun, Dr Ong akan diizinkan untuk terus berlatih di pusat jantung HC Surgical Specialists.
Sebuah artikel di Straits Times telah menyebutkan bahwa SMC memiliki tujuh aduan terhadap dokter terkait pelanggaran seks pada tahun 2018, di mana empat telah diajukan sejak 2017. Hanya satu yang ditangani pada tahun 2018, sementara enam lainnyadalam proses hingga 2019.
Lihat Juga :