Perempuan Kelahiran Indonesia Bunuh Pacar Bulenya, Rekam Saat Meregang Nyawa

Sabtu, 15 Januari 2022 - 14:00 WIB
loading...
Perempuan Kelahiran Indonesia Bunuh Pacar Bulenya, Rekam Saat Meregang Nyawa
Perempuan kelahiran Indonesia Emmy Pakpahan membunuh pacar bulenya, Matt Harper, dan merekamnya saat meregang nyawa. Foto/The Sun
A A A
DENPASAR - Seorang perempuan kelahiran Indonesia diduga telah membunuh pacarnya asal Inggris di Bali saat ia melakukan video call dengan keluarganya. Tidak hanya itu, perempun tersebut juga merekam saat pacarnya itu sekarat akibat perbuatannya sebelum kemudian tewas.

Pria asal Inggris, Matt Harper (48), diduga oleh ditikam oleh pacarnya Emmy Pakpahan sebelum akhirnya tewas karena luka-lukanya. Diketahui ayah dua anak itu melakukan panggilan video dengan putri tirinya dan mantan istrinya di Inggris.

Menurut teman-temannya, pria yang bekerja untuk perusahaan hotel mewah Karma itu telah menjalin hubungan dengan Emmy Pakpahan sejak Juli lalu.



Emmy, perempuan kelahiran Indonesia tetapi memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat (AS) dari pernikahan sebelumnya, mengatakan kepada polisi bahwa Matt meninggal karena bunuh diri. Dia menunjukkan kepada penyelidik video saat Matt sekarat di lantai rumahnya di Bali beberapa saat setelah dugaan penyerangan terhadapnya pada hari Kamis.

Emmy memfilmkan rekaman itu sendiri dari luar properti, mengklaim Matt telah mengunci pintu dan dengan sengaja melukai dirinya sendiri.



“Saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya tidak tahu, saya tidak tahu,” katanya sambil terisak-isak di video itu seperti dikutip dari The Sun, Sabtu (15/1/2022).

Sejumlah teman korban mengatakan mereka adalah sepasang kekasih tetapi sepertinyaEmmy memberi kesankeduanya telah menikah dengan mengunggah sebuah foto di Facebook tertulis "Mr and Mrs Harper" pada bulan Oktober lalu.

Dan dalam video aneh di media sosial, Emmy memfilmkan dirinya berterima kasih kepada teman dan keluarga atas "dukungan" mereka setelah berita kematian Matt menyebar.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1656 seconds (11.210#12.26)