Inilah Alasan Mengapa Banyak Pangeran Arab Kuliah di Amerika Serikat

Selasa, 21 Desember 2021 - 14:07 WIB
loading...
Inilah Alasan Mengapa...
Raja Salman bertemu para mahasiswa dari Arab Saudi yang kuliah di Amerika Serikat. Foto/spa
A A A
RIYADH - Berbagai perguruan tinggi dan universitas di Amerika Serikat (AS) telah menerima dana lebih dari USD350 juta (Rp5 triliun) dari pemerintah Arab Saudi selama 10 tahun terakhir.

Namun beberapa perguruan tinggi dan universitas mulai mempertimbangkannya kembali. Hal ini terkait pembunuhan jurnalis dan penulis Arab Saudi Jamal Khashoggi.

Kematiannya menimbulkan kecaman dunia terhadap negara yang kaya minyak tersebut.

Baca juga: Varian Omicron Menggila di Amerika Serikat, Mencapai 73% Kasus

Kantor berita Associated Press (AP) telah memeriksa catatan federal Amerika Serikat untuk informasi tentang aliran uang Saudi ke pendidikan tinggi Amerika.

Baca juga: Media Asing Heboh Tank Misterius Terlihat Mengambang di Laut Natuna

AP menemukan setidaknya USD354 juta dari pemerintah Saudi telah disalurkan pada 37 lembaga pendidikan Amerika sejak tahun 2011.

Baca juga: Badai Debu Raksasa Menelan Sebagian Wilayah Queensland Australia

Sebagian besar uang tersebut diberikan melalui program beasiswa khusus. Selain itu, AP juga menemukan bahwa USD62 juta datang melalui kesepakatan atau hadiah dari perusahaan dan pusat penelitian milik negara Arab Saudi.

Arab Saudi telah memberikan USD14 juta ke Northwestern University, di Evanston, Illinois, sejak 2011. Sedangkan University of California, Los Angeles menerima USD6 juta.

Perusahaan minyak nasional Arab Saudi, Saudi Aramco juga telah memberikan USD20 juta kepada perguruan tinggi dan universitas di Amerika Serikat.

Jumlah ini termasuk USD9 juta untuk Texas A&M University di Texas, serta USD4 juta untuk Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Boston.

Hubungan antara perguruan tinggi di Amerika Serikat dan Arab Saudi dibentuk untuk meredakan ketegangan antara kedua negara.

Program beasiswa dibuat pada tahun 2005 setelah para pemimpin kedua negara bertemu. Sejak saat itu, program tersebut sudah mengirim puluhan ribu warga Arab Saudi untuk menuntut ilmu di Amerika Serikat.

Di antara puluhan ribu orang Arab Saudi yang menuntut ilmu di Amerika Serikat, banyak pula pangeran Arab Saudi yang mengenyam ilmu di negeri itu.

Siapa saja mereka? Mereka antara lain Fahad bin Faisal Al Saud.

Fahad bin Faisal Al Saud merupakan cucu dari kakak laki-laki Raja Salman. Fahad menyelesaikan gelar sarjananya di Universitas Standford Amerika Serikat jurusan Teknik Mesin.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
4 Kesepakatan Bersejarah...
4 Kesepakatan Bersejarah Amerika Serikat-Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved