Korsel Tingkatkan Anggaran untuk Pantau Berita Palsu Korut

Selasa, 07 Desember 2021 - 01:30 WIB
loading...
Korsel Tingkatkan Anggaran...
Ilustrasi
A A A
SEOUL - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) akan meningkatkan upaya untuk memantau berita palsu di Korea Utara (Korut). Berita-berita palsu itu "mendistorsi lingkungan kebijakan" untuk hubungan antar-Korea.

Seperti dilaporkan kantor berita Yonhap, Senin (6/12/2021), Majelis Nasional menyetujui anggaran 1,5 triliun won (USD1,27 miliar) untuk Kementerian Unifikasi yang menangani urusan antar-Korea tahun depan. Termasuk 200 juta won (USD170 ribu) untuk meluncurkan program pemantauan baru.

Baca: Pejabat AS dan Korsel Cari Cara Tarik Korut Kembali ke Meja Perundingan

“Program ini disarankan menyusul kebutuhan untuk pemantauan yang lebih sistematis karena seringnya penyebaran informasi palsu tentang Korea Utara pada platform media baru yang menyebabkan berbagai konsekuensi negatif, termasuk distorsi lingkungan kebijakan," jelas juru bicara Kementerian Unifikasi, Lee Jong-joo.

Menurutnya, kementerian akan berkonsultasi dengan para ahli untuk menghasilkan rencana terperinci tentang inisiatif baru. Termasuk siapa yang akan dipercayakan untuk menjalankan bisnis, serta ruang lingkup dan metode kegiatan pemantauan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved