Latihan Perang, Iran Sesumbar Siap Lawan AS dan Israel Sekaligus
Senin, 08 November 2021 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Perawat Ini Blakblakan Selingkuh dengan David Fuller Si Pemerkosa 99 Mayat Wanita
Perjanjian JCPOA 2015 mengamanatkan pembatasan program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi internasional. Negosiasi diperkirakan akan dilanjutkan pada 29 November 2021 di Wina.
AS secara sepihak meninggalkan JCPOA di bawah pemerintahan Donald Trump pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran. Iran menanggapi dengan secara bertahap mengurangi komitmennya sendiri terhadap perjanjian itu.
Pekan lalu, Presiden Joe Biden dan para pemimpin Prancis, Jerman, dan Inggris meminta Iran untuk segera kembali ke upaya itikad baik untuk melanjutkan negosiasi.
Presiden Iran Ebrahim Raisi menegaskan pada hari Kamis pekan lalu bahwa negaranya tidak akan meninggalkan pembicaraan, tetapi akan terus menuntut Washington mencabut sanksi terhadap Teheran.
Perjanjian JCPOA 2015 mengamanatkan pembatasan program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi internasional. Negosiasi diperkirakan akan dilanjutkan pada 29 November 2021 di Wina.
AS secara sepihak meninggalkan JCPOA di bawah pemerintahan Donald Trump pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran. Iran menanggapi dengan secara bertahap mengurangi komitmennya sendiri terhadap perjanjian itu.
Pekan lalu, Presiden Joe Biden dan para pemimpin Prancis, Jerman, dan Inggris meminta Iran untuk segera kembali ke upaya itikad baik untuk melanjutkan negosiasi.
Presiden Iran Ebrahim Raisi menegaskan pada hari Kamis pekan lalu bahwa negaranya tidak akan meninggalkan pembicaraan, tetapi akan terus menuntut Washington mencabut sanksi terhadap Teheran.
(min)
Lihat Juga :