Eks Menhan AS: Trump Berusaha Memecah Belah Amerika

Kamis, 04 Juni 2020 - 08:43 WIB
loading...
Eks Menhan AS: Trump...
Mantan Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis, menyebut Presiden Donald Trump berusaha untuk memecah belah Amerika. Foto/Financial Times
A A A
WASHINGTON - Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS), Jim Mattis, menuduh Presiden Donald Trump berusaha memecah belah negara itu. Ia juga mengecam militerisasi atas respons AS terhadap kerusuhan sipil.

"Donald Trump adalah presiden pertama dalam hidup saya yang tidak mencoba menyatukan orang-orang Amerika - bahkan berpura-pura untuk mencoba pun tidak," kata Mattis dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan secara online oleh majalah The Atlantic.

"Sebagai gantinya, dia mencoba memecah belah kita," imbuhnya seperti dikutip dari Deutsche Welle, Kamis (4/6/2020).

Mattis mengkritik penggunaan kekuatan militer Trump untuk menindak aksi protes yang sedang berlangsung atas pembunuhan polisi terhadap George Floyd, seorang pria kulit hitam tak bersenjata.

Ia juga mengatakan Trump sedang menyiapkan "konflik palsu" antara militer dan masyarakat sipil.

Mantan bos Pentagon ini juga memberikan deskripsi pedas tentang perjalanan Trump ke gereja terdekat yang bersejarah, Senin, ketika presiden berpose dengan sebuah Alkitab. Untuk itu, polisi pun mengambil tindakan tegas untuk membersihkan Lafayette Square, di seberang Gedung Putih, dari sebagian besar demonstran yang berlangsung damai.

Mattis mengatakan dia tidak pernah bermimpi pasukan akan diperintahkan dalam keadaan apa pun untuk melanggar hak-hak konstitusional sesama warga negara mereka.

"Apalagi untuk foto aneh seorang komandan terpilih, dengan pemimpinan militer berdiri di sampingnya," kata Mattis.

Apa yang dilakukan oleh Mattis ini adalah hal jarang dilakukan. Pasalnya di masa lalu ia sempat mengatakan tidak pantas baginya untuk mengutuk presiden yang sedang berkuasa.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan saat ini Mark Esper tampaknya mengambil sisi yang bersebrangan denga Trump dalam pelibatan militer. Esper mengatakan ia tidak mendukung penerjunan militer untuk berpatroli di negara itu.

"Pilihan untuk menggunakan pasukan tugas aktif dalam peran penegakan hukum seharusnya hanya digunakan sebagai pilihan terakhir dan hanya dalam situasi yang paling mendesak dan mengerikan. Kami tidak berada dalam salah satu situasi itu sekarang," katanya dalam sebuah pengarahan berita.

Trump sebelumnya telah mengatakan kepada gubernur untuk memanggil Garda Nasional menahan aksi protes yang berubah menjadi kerusuhan. Ia bahkan memperingatkan akan mengirim pasukan militer untuk menghentikan aksi demonstrasi.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: ‘Anda Curang atau Bodoh’
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Terbitkan Surat Terbuka,...
Terbitkan Surat Terbuka, Zelensky Ajak Putin Bertemu untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Harga Minyak Dunia Melonjak...
Harga Minyak Dunia Melonjak usai Iran Serang Israel, Brent Tembus 95 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Penampakan 2 Tersangka...
Penampakan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji Kenakan Rompi Oranye KPK
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved