Peneliti Inggris Ungkap Covid-19 Pengaruhi Tingkat Kecerdasan Manusia
Selasa, 19 Oktober 2021 - 01:00 WIB
loading...
A
A
A
“Pada saat penulisan, kami telah mengumpulkan data tes kognitif dan kuesioner yang komprehensif dari sebagian besar masyarakat umum, terutama di Inggris, sebagai bagian dari Great British Intelligence Test - sebuah proyek kolaboratif dengan BBC2 Horizon,” kata para peneliti, yang hasil penelitiannya diterbitkan di jurnal The Lancet EClincal Medicine.
Baca: Bukti Menunjukkan Varian Baru COVID-19 Inggris Lebih Mematikan
“Selama Mei, di puncak penguncian Inggris, kami memperluas kuesioner untuk memasukkan pertanyaan yang berkaitan dengan dampak pandemi, termasuk penyakit Covid-19 yang dicurigai atau dikonfirmasi, di samping perincian persistensi dan tingkat keparahan gejala, kondisi medis yang sudah ada sebelumnya yang relevan, dan ukuran depresi, kecemasan dan stres pasca-trauma,” sambungnya.
Para peneliti melihat data dari 81.337 orang di seluruh Inggris dan disesuaikan dengan berbagai faktor, termasuk usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, bahasa pertama dan variabel lainnya. Mereka menemukan bahwa semakin parah infeksi Covid-19, semakin besar kemungkinan orang yang pulih memiliki penurunan kecerdasan yang lebih besar.
Defisit paling signifikan ditemukan dalam tugas-tugas yang mengevaluasi penalaran, perencanaan, dan perhatian selektif. Studi skala besar sebelumnya telah menunjukkan pasien Covid-19 menderita "kabut otak" lama setelah mereka pulih.
Baca: Bukti Menunjukkan Varian Baru COVID-19 Inggris Lebih Mematikan
“Selama Mei, di puncak penguncian Inggris, kami memperluas kuesioner untuk memasukkan pertanyaan yang berkaitan dengan dampak pandemi, termasuk penyakit Covid-19 yang dicurigai atau dikonfirmasi, di samping perincian persistensi dan tingkat keparahan gejala, kondisi medis yang sudah ada sebelumnya yang relevan, dan ukuran depresi, kecemasan dan stres pasca-trauma,” sambungnya.
Para peneliti melihat data dari 81.337 orang di seluruh Inggris dan disesuaikan dengan berbagai faktor, termasuk usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, bahasa pertama dan variabel lainnya. Mereka menemukan bahwa semakin parah infeksi Covid-19, semakin besar kemungkinan orang yang pulih memiliki penurunan kecerdasan yang lebih besar.
Defisit paling signifikan ditemukan dalam tugas-tugas yang mengevaluasi penalaran, perencanaan, dan perhatian selektif. Studi skala besar sebelumnya telah menunjukkan pasien Covid-19 menderita "kabut otak" lama setelah mereka pulih.
Lihat Juga :