AS Tak Terima Disebut Kalah dalam Pertempuran AI dengan China
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 08:09 WIB
loading...
A
A
A
Klaim bahwa AS kalah dalam pertempuran untuk supremasi AI dengan China disampaikan mantan kepala perangkat lunak Pentagon, Nicolas Chaillan, kepada Financial Times pada Senin pekan ini.
Chaillan, kepala perangkat lunak pertama Pentagon yang mengundurkan diri sebagai protes terhadap lambatnya transformasi teknologi di militer AS, mengatakan kegagalan untuk merespons membahayakan Amerika Serikat.
“Kami tidak memiliki peluang bertarung yang bersaing melawan China dalam 15 hingga 20 tahun. Saat ini, ini sudah menjadi kesepakatan; ini sudah berakhir menurut saya,” katanya kepada surat kabar yang berbasis di London tersebut, yang dikutip Reuters.
"Apakah dibutuhkan perang atau tidak, itu semacam anekdot," katanya lagi.
"China akan mendominasi masa depan dunia, mengendalikan segalanya mulai dari narasi media hingga geopolitik," imbuh dia.
Chaillan menyalahkan inovasi yang lamban, keengganan perusahaan AS seperti Google untuk bekerja sama dengan negara dalam AI dan perdebatan etika yang luas mengenai teknologi tersebut.
Chaillan, kepala perangkat lunak pertama Pentagon yang mengundurkan diri sebagai protes terhadap lambatnya transformasi teknologi di militer AS, mengatakan kegagalan untuk merespons membahayakan Amerika Serikat.
“Kami tidak memiliki peluang bertarung yang bersaing melawan China dalam 15 hingga 20 tahun. Saat ini, ini sudah menjadi kesepakatan; ini sudah berakhir menurut saya,” katanya kepada surat kabar yang berbasis di London tersebut, yang dikutip Reuters.
"Apakah dibutuhkan perang atau tidak, itu semacam anekdot," katanya lagi.
"China akan mendominasi masa depan dunia, mengendalikan segalanya mulai dari narasi media hingga geopolitik," imbuh dia.
Chaillan menyalahkan inovasi yang lamban, keengganan perusahaan AS seperti Google untuk bekerja sama dengan negara dalam AI dan perdebatan etika yang luas mengenai teknologi tersebut.
Lihat Juga :