Negara ASEAN Berlomba Ciptakan Vaksin Covid-19
Rabu, 03 Juni 2020 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
Moderna melakukan uji vaksin kepada puluhan partisipan dan mengukur tingkat antibodi. Delapan orang partisipan mengembangkan antibodi netral terhadap virus pada level yang sembuh dari Covid-19. Antibodi yang menetralkan bisa mengikat virus dan melumpuhkannya sehingga tidak menyerang sel manusia.
Sementara itu, Pemerintah Amerika Serikat (AS) berkeinginan untuk memproduksi 300 juta dosis vaksin yang akan dibagikan kepada seluruh warga AS pada akhir tahun ini. Gedung Putih membentuk Operation Warp Speed, tim percepatan pengadaan vaksin tersebut dipimpin oleh ilmuwan muslim keturunan Maroko, Moncef Mohamed Slaoui. Adapun hasil temuan Universitas Oxford akan diproduksi oleh perusahaan farmasi AstraZeneca. Bekerja sama dengan Pemerintah Inggris, AstraZeneeca akan memproduksi 30 juta dosis vaksin Covid-19 bagi warga Inggris pada September mendatang. (Lihat Videonya: Istri Wali Kota Tidore Kepulauan Meninggal Terpapar Covid-19)
Di China, Presiden China Xi Jinping menegaskan, China membangun pabrik vaksin terbesar di dunia yang dapat memproduksi hingga 100 juta dosis vaksin Covid-19 dalam setahun. Fourth Construction Co, Ltd of China Electronics System Enginering telah sukses membangun fasilitas itu dengan meraih sertifikat bio-safety level 3 (BSL-3). Pada April lalu, perusahaan China lain, Sinovac Biotech Ltd, memulai pengujian klinis vaksin Covid-19. Mereka berencana membangun pabrik baru tahun ini setelah memperoleh dana pinjaman dan lahan. Seperti dilansir Reuters, Sinovac telah berharap dapat memproduksi ratusan juta vaksin per tahun. (Andika H Mustaqim)
Sementara itu, Pemerintah Amerika Serikat (AS) berkeinginan untuk memproduksi 300 juta dosis vaksin yang akan dibagikan kepada seluruh warga AS pada akhir tahun ini. Gedung Putih membentuk Operation Warp Speed, tim percepatan pengadaan vaksin tersebut dipimpin oleh ilmuwan muslim keturunan Maroko, Moncef Mohamed Slaoui. Adapun hasil temuan Universitas Oxford akan diproduksi oleh perusahaan farmasi AstraZeneca. Bekerja sama dengan Pemerintah Inggris, AstraZeneeca akan memproduksi 30 juta dosis vaksin Covid-19 bagi warga Inggris pada September mendatang. (Lihat Videonya: Istri Wali Kota Tidore Kepulauan Meninggal Terpapar Covid-19)
Di China, Presiden China Xi Jinping menegaskan, China membangun pabrik vaksin terbesar di dunia yang dapat memproduksi hingga 100 juta dosis vaksin Covid-19 dalam setahun. Fourth Construction Co, Ltd of China Electronics System Enginering telah sukses membangun fasilitas itu dengan meraih sertifikat bio-safety level 3 (BSL-3). Pada April lalu, perusahaan China lain, Sinovac Biotech Ltd, memulai pengujian klinis vaksin Covid-19. Mereka berencana membangun pabrik baru tahun ini setelah memperoleh dana pinjaman dan lahan. Seperti dilansir Reuters, Sinovac telah berharap dapat memproduksi ratusan juta vaksin per tahun. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Lihat Juga :