Di Hadapan PM Israel, Merkel Tegaskan Palestina Harus Hidup dalam Keadaan Aman
Senin, 11 Oktober 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Jerman adalah pemain utama dalam kesepakatan nuklir internasional 2015 dengan Iran. Kesepakatan itu berantakan setelah Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, dengan dukungan Israel, menarik diri dari perjanjian pada 2018.
Baca: Hari Ini, Jerman Gelar Pemilu Pilih Pengganti Angela Merkel
Pemerintahan Biden telah berusaha untuk menghidupkan kembali kesepakatan itu – yang dikenal sebagai JCPOA – atas keberatan Israel. “Saya tidak pernah menganggap JCPOA ideal, tetapi itu lebih baik daripada tidak memiliki kesepakatan,” kata Merkel.
Menurutnya, situasinya "sangat sulit", karena Iran terus memperkaya uranium. "Kami menghadapi minggu-minggu kritis seputar pertanyaan ini," katanya.
Sementara Israel, yang tak lain adalah musuh terbesar Iran, tetap menuduh Iran tengah mencoba mengembangkan senjata nuklir. “Tidak ada gunanya mencoba menenangkan Iran. Mereka menafsirkan konsiliasi sebagai kelemahan. Ini adalah titik kritis dalam waktu, dan posisi Jerman sangat penting,” kata Bennett.
Baca: Hari Ini, Jerman Gelar Pemilu Pilih Pengganti Angela Merkel
Pemerintahan Biden telah berusaha untuk menghidupkan kembali kesepakatan itu – yang dikenal sebagai JCPOA – atas keberatan Israel. “Saya tidak pernah menganggap JCPOA ideal, tetapi itu lebih baik daripada tidak memiliki kesepakatan,” kata Merkel.
Menurutnya, situasinya "sangat sulit", karena Iran terus memperkaya uranium. "Kami menghadapi minggu-minggu kritis seputar pertanyaan ini," katanya.
Sementara Israel, yang tak lain adalah musuh terbesar Iran, tetap menuduh Iran tengah mencoba mengembangkan senjata nuklir. “Tidak ada gunanya mencoba menenangkan Iran. Mereka menafsirkan konsiliasi sebagai kelemahan. Ini adalah titik kritis dalam waktu, dan posisi Jerman sangat penting,” kata Bennett.
(esn)
Lihat Juga :