China Usir Kapal Perang AS Bersenjata Rudal dari Laut China Selatan

Jum'at, 29 Mei 2020 - 07:22 WIB
loading...
China Usir Kapal Perang...
Kapal perang USS Mustin (DDG 89) milik Angkatan Laut Amerika Serikat. Foto/US Navy/Mass Communication Specialist 3rd Class David Flewellyn
A A A
BEIJING - Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China pada Kamis mengusir sebuah kapal perang Amerika Serikat (AS) yang masuk tanpa izin ke perairan teritorial China di lepas Kepulauan Xisha (Paracel) di Laut China Selatan . Kapal yang diusir adalah USS Mustin yang dilengkapi rudal terpandu.

Kepulauan Paracel merupakan wilayah yang jadi sengketa antara China dan beberapa negara Asia Tenggara.

Juru bicara Komando Teater Selatan PLA, Kolonel Senior Li Huamin, mengatakan operasi Washington di tengah pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa Amerika adalah sumber yang menyabotase perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan.

Menurutnya, Komando Teater Selatan PLA mengorganisir pasukan Angkatan Laut dan Angkatan Udara untuk mengikuti kapal USS Mustin ketika secara ilegal masuk ke lepas Kepulauan Xisha pada Kamis.

"Pasukan Komando Teater Selatan PLA mengikuti dan memantau jalurnya, mengidentifikasi kapal, memperingatkan dan mengusirnya," kata Li, yang dikutip dari Global Times, Jumat (29/5/2020). (Baca: Perintah Xi Jinping: Militer China Siap Perang! )

"Tindakan provokatif ini, tindakan navigasi hegemonik terang-terangan, secara serius melanggar kedaulatan dan kepentingan keamanan China serta hukum dan norma internasional terkait, dan secara serius menyabot perdamaian dan stabilitas di wilayah Laut Cina Selatan," ujarnya.

Ini bukan pertama kalinya PLA mengusir kapal perang AS dari Laut China Selatan tahun ini. Peristiwa serupa terjadi pada akhir Januari yang dialami kapal perang USS Montgomery di dekat Kepulauan Nansha (Spratly). Kemudian pada awal Maret dialami kapal USS McCampbell di dekat Kepulauan Xisha dan pada akhir April dialami kapal USS Barry juga di dekat Kepulauan Xisha.

Sebelumnya, Amerika telah mengerahkan dua pesawat pembom B-1B Lancer di atas kawasan Laut China Selatan. Kedua pesawat pembom yang bermarkas di Guam itu melakukan patroli pada hari Selasa.

"Di masa ketika pandemi Covid-19 masih mengguncang dunia, AS mengabaikan keamanan rakyatnya dan tidak fokus pada kontrol epidemi domestik, juga tidak berkontribusi pada kontrol pandemi global, tetapi mengirimkan kapal perang jarak jauh ke Laut China Selatan, memamerkan kekuatannya dan menyebabkan masalah," papar Li. (Baca juga: Tegangnya Laut China Selatan, Dua Bomber AS lalu Kapal Induk China.... )

Menurutnya, hal itu menunjukkan sifat munafik AS dalam berbicara dengan satu cara dan bertindak dalam cara lain, dan sepenuhnya menunjukkan bahwa militer AS adalah sumber bencana yang menyabot perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan.

Global Times mengutip pakar militer China yang tak disebutkan namanya mengatakan AS berusaha untuk membuat operasi seperti itu menjadi rutin, dan PLA telah menunjukkan siap dan mampu menghentikan aksi-aksi militer AS tersebut.

Militer Washington belum berkomentar atas pengusiran kapal perangnya dari wilayah sengketa di Laut China Selatan. Amerika sejatinya tidak terlibat sengketa di wilayah itu, namun juga tidak menerima klaim Beijing atas mayoritas kawasan Laut China Selatan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Fasilitas Gas Qatar, Korban Berjatuhan
Rekomendasi
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Wujudkan Liburan Impian...
Wujudkan Liburan Impian Tanpa Beban dengan Cashback Rp350.000
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved