Keberhasilan Penanganan Corona Pengaruhi Popularitas Pemimpin

Selasa, 21 April 2020 - 07:11 WIB
loading...
A A A
Survei lain yang dilaksanakan Morning Consult menunjukkan tingkat kesetujuan terhadap penanganan virus korona yang dilakukan Presiden Trump hanya negatif 10 pada awal Januari, menjadi negatif 3 pada pertengahan April lalu. Itu menunjukkan Trump dinilai gagal dalam penanganan virus corona. Publik AS pun sangat kecewa kepadanya.

Sejarah politik AS mencatat bahwa dukungan terhadap presiden seharusnya menunjukkan kenaikan saat krisis. Namun, Trump tidak mampu memanfaatkannya. Dukungan tertinggi terjadi pada George W Bush saat serangan teroris 11 September di mana popularitasnya meningkat hingga 89,8%. Hal yang sama juga dialami Presiden Barack Obama saat berhasil membunuh Osama bin Laden. Kemudian, krisis penyanderaan Iran pada 1979 menjadi Presiden Jimmy Carter mengalami peningkatan popularitas dari 32% menjadi 56%.

Namun demikian, popularitas Kongres justru mengalami kenaikan. Survei Gallup yang diterbitkan Gallup menyebutkan popularitas Kongres tertinggi sejak 2009 silam. Itu bisa saja setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berusaha memakzulkan Trump pada tahun lalu.

Selain Trump, Presiden Brasil Jair Bolsanaro disebut sebagai pemimpin terburuk dalam menangani virus korona. Forbes mengungkapkan, popularitasnya mencapai 28-30% dan tingkat ketidaksepakatannya menjadi 40% dalam penanganan virus corona.

Jajak pendapat yang dilaksanakan Datafolha, popularitas Bolsanaro hanya 33%. Itu kalah jauh dengan popularitas mantan Menteri Kesehatan Luiz Henrique Mandetta yang dipecat Bolsanaro. Mandetta bisa meraih tingkat popularitas hingga 76% dalam penanganan virus corona. Mandeta mendorong kebijakan jaga jarak sosial, sedangkan Bolsanaro justru menganggap kebijakan itu memperlambat perekonomian Brasil.

PM Jepang Shinzo Abe juga dikritik karena menempuh pendekatan lunak dalam menangani wabah. Kyodo News menyebutkan popularitasnya hanya 40%. Banyak kritik juga meminta Abe untuk mengundurkan diri karena tidak mampu mengatasi wabah virus corona.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Kanada vs Maroko: Mampukah...
Kanada vs Maroko: Mampukah The Canucks Akhiri Kutukan?
Bawa Pikap Ayahnya,...
Bawa Pikap Ayahnya, Bocah 11 Tahun Tabrak Iringan Peziarah dan Tewaskan 8 Orang
Momen Pelatih Mesir...
Momen Pelatih Mesir Bentangkan Bendera Palestina Setelah Menang atas Australia di Piala Dunia
Rekomendasi
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
Hydroplus Soccer League...
Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 Digelar di Kudus, 16 Tim Putri Berebut Gelar Musim Perdana
Raksasa (yang) Tak Lagi...
Raksasa (yang) Tak Lagi Menakutkan
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Infografis
Daftar Pemimpin Dunia...
Daftar Pemimpin Dunia Terseret Skandal Ijazah Palsu dan Disertasi Plagiat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved