Bom 40.000 Pon yang Diledakkan di Dekat Kapal Induk AS Picu Gempa Bumi

Senin, 21 Juni 2021 - 14:23 WIB
loading...
Bom 40.000 Pon yang Diledakkan di Dekat Kapal Induk AS Picu Gempa Bumi
ngkatan Laut AS meledakkan bahan peledak di dekat kapal induk tercanggihnya, USS Gerald R Ford, di lepas Pantai Timur AS pada Jumat (18/6/2021). Foto/US Navy
A A A
WASHINGTON - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) telah merilis video yang menunjukkan bom seberat 40.000 pon diledakkan di dekat kapal induk tercanggihnya untuk tes kejut. Ledakan ini juga memicu gempa bumi magnitudo 3,9 dan guncangannya terasa hingga 100 mil jauhnya.

Tes ini untuk mengetahui seberapa kuat kapal tersebut menghadapi guncangan sekaligus sebagai simulasi untuk kondisi pertempuran yang sebenarnya.

Baca juga: Tes Kejut, AS Ledakkan Bahan Peledak di Dekat Kapal Induk Tercanggih

Bom diledakkan di dekat kapal induk USS Gerald R Ford (CVN-78) di lepas Pantai Timur Amerika. Ledakan eksperimental yang terjadi pada hari Jumat pekan lalu.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengukur peristiwa seismik kira-kira 100 mil di lepas pantai Ponce Inlet, sebuah kota di selatan Pantai Daytona.

Video yang direkam dari sayap kapal induk USS Gerald R Ford telah dilihat hampir 30.000 kali di Twitter setelah dibagikan oleh akun twitter resmi kapal induk tersebut, @warship_78.

Ledakan itu menarik perhatian yang tidak diinginkan, meskipun Angkatan Laut AS mengatakan itu benar-benar aman.

"Kepemimpinan dan kru menunjukkan kesiapan Angkatan Laut berjuang melalui keterkejutan, membuktikan kapal perang kami dapat menerima pukulan dan melanjutkan misi kami di ujung tombak Angkatan Laut," tulis akun resmi kapal induk tersebut, @Warship_78.

Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan telah mengonfirmasi tes kejut untuk kapal induk CVN 78.

"Uji coba kejut Ford sedang dilakukan di lepas Pantai Timur Amerika Serikat, dalam jadwal sempit yang sesuai dengan persyaratan mitigasi lingkungan, dengan menghormati pola migrasi kehidupan laut yang diketahui di area uji," kata Angkatan Laut Amerika.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1807 seconds (11.97#12.26)