Eks Kepala Mossad Bingung AS Bersikap Antagonis terhadap China

loading...
Eks Kepala Mossad Bingung AS Bersikap Antagonis terhadap China
Mantan kepala Mossad Israel, Yossi Cohen. Foto/Times of Israel/Flash90
TEL AVIV - Mantan kepala Mossad Yossi Cohen, yang menjabat lima tahun di bawah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengaku bingung mengapa Amerika Serikat (AS) mengambil posisi antagonis terhadap China .

Dia juga mengaku tidak mengerti apa yang coba dicapai Washington dengan kebijakan bermusuhannya terhadap Beijing.

Baca juga: Simulasikan Serangan, Kapal Selam Zionis Tak Tahu Israel dan Hamas Perang 11 Hari

Cohen menyampaikan hal itu saat memberi kuliah di Universitas Bar-Ilan. "Saya tidak mengerti apa yang diinginkan Amerika dari China," katanya.

"Jika ada yang mengerti, mereka harus menjelaskannya kepada saya. China tidak melawan kita dan bukan musuh kita," lanjut mantan bos mata-mata Israel tersebut, seperti dikutip dari Sputniknews, Sabtu (12/6/2021).

Cohen, yang secara aktif berkomunikasi tidak hanya dengan mahasiswa tetapi juga dengan pers meskipun baru-baru ini pensiun dari Mossad, secara khusus mempertanyakan kegunaan upaya AS untuk menentukan apakah virus corona SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 itu buatan manusia di China.



Presiden AS Joe Biden menyatakan bulan lalu bahwa agen mata-mata Amerika tidak dapat sampai pada kesimpulan terpadu mengenai teori bahwa virus penyebab COVID-19 diproduksi di dalam laboratorium China dan dilepaskan secara tidak sengaja.

Baca juga: Militer China Sebar Poster Ancaman untuk Taiwan Berbunyi 'Bersiaplah untuk Perang'

Biden memerintahkan badan intelijen untuk melakukan penyelidikan ekstensif terhadap masalah ini dan membuat keputusan akhir tentang masalah tersebut.

Gagasan Biden itu memicu kritik keras di China, yang membantah keras tuduhan virus itu berasal dari salah satu laboratoriumnya.



Israel sebelumnya memiliki perbedaan pendapat dengan AS mengenai China bahkan sebelum kuliah Cohen disampaikan. China dan Israel memiliki hubungan perdagangan yang luas dan Tel Aviv bahkan telah menyatakan minatnya untuk mengambil bagian dalam Belt and Road Initiative (BRI) Beijing di mana China akan berinvestasi di Pelabuhan Haifa Israel.

Washington telah menyatakan keprihatinannya bahwa kehadiran China di pelabuhan itu dapat membahayakan operasi gabungan Amerika-Israel. Namun, Tel Aviv telah menepis kekhawatiran tersebut sebagai alasan tidak berdasar.
(min)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top