Ibu Kota Israel Dirudal, Netanyahu: Hamas Akan Bayar Mahal!
Selasa, 11 Mei 2021 - 12:54 WIB
loading...
A
A
A
"Kami berada dalam perjuangan yang tersebar di beberapa bidang: Yerusalem, Gaza, dan daerah lain di Israel," kata PM Netanyahu dalam upacara kenegaraan untuk menandai Jerusalem Day atau Hari Yerusalem, hari di mana Zionis Israel menduduki kota suci itu dalam Perang Enam Hari 1967.
"Kelompok teror di Gaza melewati garis merah pada malam Hari Yerusalem," lanjut Netanyahu yang dilansir Times of Israel.
"Israel akan menanggapi dengan kekuatan besar. Kami tidak akan mentoleransi kerusakan pada wilayah, ibu kota, warga negara, atau tentara kami. Siapapun yang menyerang kami akan membayar mahal."
Perdana menteri itu lebih lanjut memperingatkan bahwa "konflik saat ini mungkin berlangsung untuk beberapa waktu" dan mengatakan Israel tidak mengupayakan peningkatan kekerasan.
Menteri Pertahanan Benny Gantz memperingatkan Hamas, setelah melakukan penilaian keamanan dengan pejabat senior.
“Organisasi Hamas dalam beberapa pekan terakhir telah melanggar kedaulatan Israel, melewati garis merah. Itu akan menanggung konsekuensinya," kata Gantz dalam sebuah pernyataan video.
"Kelompok teror di Gaza melewati garis merah pada malam Hari Yerusalem," lanjut Netanyahu yang dilansir Times of Israel.
"Israel akan menanggapi dengan kekuatan besar. Kami tidak akan mentoleransi kerusakan pada wilayah, ibu kota, warga negara, atau tentara kami. Siapapun yang menyerang kami akan membayar mahal."
Perdana menteri itu lebih lanjut memperingatkan bahwa "konflik saat ini mungkin berlangsung untuk beberapa waktu" dan mengatakan Israel tidak mengupayakan peningkatan kekerasan.
Menteri Pertahanan Benny Gantz memperingatkan Hamas, setelah melakukan penilaian keamanan dengan pejabat senior.
“Organisasi Hamas dalam beberapa pekan terakhir telah melanggar kedaulatan Israel, melewati garis merah. Itu akan menanggung konsekuensinya," kata Gantz dalam sebuah pernyataan video.
Lihat Juga :