Terungkap, Jenderal Australia Beri Pengarahan untuk Perang dengan China

loading...
Terungkap, Jenderal Australia Beri Pengarahan untuk Perang dengan China
Mayor Jenderal Adam Findlay, mantan komandan Pasukan Khusus Australia, pernah memberikan pengarahan tentang kemungkinan besar perang dengan China. Foto/Brisbane Times
CANBERRA - Salah satu jenderal top Australia terungkap pernah memberi pengarahan kepada pasukan negeri kanguru itu untuk bersiap menghadapi "kemungkinan besar" perang dengan China . Pengarahan itu diberikan tahun lalu dan kini bocor ke media.

Mayor Jenderal Adam Findlay memberikan pengarahan yang jujur dan rahasia kepada tentara Pasukan Khusus Australia tahun lalu. Surat kabar The Age dan The Sydney Morning Herald mengungkap pengarahan rahasia mantan komandan Pasukan Khusus Australia tersebut.

Baca juga: Bentuk Kabinet, Benny Wenda Ingin Lemahkan Kekuasaan Indonesia

Jenderal Findlay, yang sejak itu mengundurkan diri tetapi masih menjadi penasihat Pasukan Pertahanan Australia, dilaporkan mengatakan bahwa China telah terlibat dalam peperangan "zona abu-abu" dan bahwa Australia harus bersiap untuk "kemungkinan besar" yang dapat meluas ke dalam konflik yang sebenarnya.

“Menurut Anda, siapa ancaman utama (regional)?,” tanya Jenderal Findlay kepada pasukan dan perwiranya sebelum dia menjawab: "China."



Dia melanjutkan: “Oke, jadi jika China adalah ancaman, berapa banyak brigade pasukan khusus di China? Anda harus tahu bahwa ada 26.000 personel SOF (Pasukan Operasi Khusus) China. "

Pengarahan itu diberikan ketika mantan kepala operasi Australia di Irak mengatakan perang dengan China adalah ancaman sejati—dan dia memperingatkan Australia tidak siap untuk apa yang akan datang.

Menulis di surat kabar The Australian pada hari Senin (3/5/2021), Senator Jim Molan menyampaikan penilaian suram tentang kesiapan Australia untuk perang yang menurutnya "mungkin".

"Ini tidak akan dimulai sebagai perang langsung antara Australia dan China, tetapi kemungkinan besar akan menjadi perang yang dapat dihadapi Australia atas nama sekutu terkuatnya," tulis Senator Molan.

“Banyak orang Australia biasa, tidak hanya mereka yang secara pribadi pernah mengalami konflik global, menyadari kenyataan suram bahwa perang tidak hanya mungkin terjadi di wilayah kami, tetapi kemungkinan besar,” lanjut dia.



“Bersenjata lengkap, musuh menggerakkan kapal dan pesawat di sekitar satu sama lain, mengintimidasi dan mengancam, sarat dengan senjata perang sungguhan, membentuk aliansi.”

Dia mengatakan Australia akan membuat kesalahan jika para pemimpin tidak bertindak sekarang untuk memperkuat militer yang tidak mampu memenangkan perang melawan "lawan sebaya".

Komentar tersebut menambah minggu perseteruan antara Australia dan China—dua negara yang melakukan banyak pembicaraan meskipun tidak berbicara secara langsung.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top