Cerita Ngeri Festival Yahudi Berdarah: Orang-orang Terlempar ke Udara
Jum'at, 30 April 2021 - 19:29 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pemilu Palestina Diduga Ditunda, Abbas Waspada Hamas Bisa Mengamuk
"Tubuh kami terbawa arus sendiri. Orang-orang terlempar ke udara, yang lainnya terinjak ke tanah," ujar dia kepada Ynet News.
"Ada seorang anak di sana yang terus mencubit kaki saya, berjuang untuk nyawanya. Kami menunggu untuk diselamatkan selama 15-20 menit dalam kondisi yang gila dan mengerikan ini. Itu mengerikan," tutur dia.
Seorang korban selamat yang dibawa ke rumah sakit mengatakan kepada media penyiaran Kan bahwa, "Tidak ada yang tahu apa yang harus dilakukan."
"Ini dimulai dengan kerumunan yang padat. Ada banyak orang di atas saya. Saya berbaring di atas orang lain yang sudah tidak bernapas. Ada jeritan, kekacauan. Saya melihat anak-anak di bawah saya. Satu-satunya hal yang terlintas dalam pikiran saya adalah bahwa saya tidak ingin anak saya menjadi yatim piatu," ujar dia.
Seorang peziarah yang tidak menyebutkan namanya mengatakan ada efek "carousel" dan orang-orang didorong ke kanan dan ke kiri.
"Setelah 20 menit saya pikir orang-orang mulai tercekik sehingga mereka ingin keluar, tetapi tidak ada yang bisa keluar. Ada orang-orang di bawah saya yang tidak bernapas lagi. Ada teriakan mengerikan 'Saya tidak bisa bernapas'," papar dia.
"Tubuh kami terbawa arus sendiri. Orang-orang terlempar ke udara, yang lainnya terinjak ke tanah," ujar dia kepada Ynet News.
"Ada seorang anak di sana yang terus mencubit kaki saya, berjuang untuk nyawanya. Kami menunggu untuk diselamatkan selama 15-20 menit dalam kondisi yang gila dan mengerikan ini. Itu mengerikan," tutur dia.
Seorang korban selamat yang dibawa ke rumah sakit mengatakan kepada media penyiaran Kan bahwa, "Tidak ada yang tahu apa yang harus dilakukan."
"Ini dimulai dengan kerumunan yang padat. Ada banyak orang di atas saya. Saya berbaring di atas orang lain yang sudah tidak bernapas. Ada jeritan, kekacauan. Saya melihat anak-anak di bawah saya. Satu-satunya hal yang terlintas dalam pikiran saya adalah bahwa saya tidak ingin anak saya menjadi yatim piatu," ujar dia.
Seorang peziarah yang tidak menyebutkan namanya mengatakan ada efek "carousel" dan orang-orang didorong ke kanan dan ke kiri.
"Setelah 20 menit saya pikir orang-orang mulai tercekik sehingga mereka ingin keluar, tetapi tidak ada yang bisa keluar. Ada orang-orang di bawah saya yang tidak bernapas lagi. Ada teriakan mengerikan 'Saya tidak bisa bernapas'," papar dia.
Lihat Juga :