Akhir Pekan Ini, ASEAN Gelar KTT Bahas Krisis Myanmar

loading...
Akhir Pekan Ini, ASEAN Gelar KTT Bahas Krisis Myanmar
Sebuah petasan meledak ketika para demonstraan berlindung di belakang barikade selama demonstrasi terhadap kudeta militer di Mandalay, Myanmar 21 Maret lalu. Foto/Zawya
BANGKOK - Negara-negara Asia Tenggara akan membahas krisis di Myanmar pada pertemuan puncak di Jakarta pada hari Sabtu ini. Meski begitu, beberapa negara memilih untuk mengirim menteri daripada kepala pemerintahan.

Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang beranggotakan 10 orang telah berusaha untukmenuntun Myanmar, salah satu anggotanya, keluar dari kekacauan berdarah yang dipicu oleh penggulingan militer atas pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada 1 Februari lalu.

Tetapi prinsip-prinsip konsensus dan non-campur tangan telah membatasi kemampuan ASEAN untuk mengatasi pandangan anggotanya yang berbeda tentang bagaimana menanggapi pembunuhan ratusan warga sipil oleh tentara junta.

Media domestik mengatakan setidaknya enam penduduk desa telah dibunuh pada hari Selasa oleh pasukan keamanan junta.

Setelah sekretariat ASEAN mengumumkan pertemuan tersebut, Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengatakan akan diwakili oleh wakilnya, Don Pramudwinai, yang juga merupakan Menteri Luar Negeri.



"Beberapa negara lain juga akan mengirimkan menteri luar negeri mereka," kata Prayuth, mantan panglima militer yang memimpin kudeta di Thailand pada 2014, kepada wartawan seperti dikutip dari Reuters, Rabu (21/4/2021).

Seorang pejabat pemerintah Thailand mengatakan pada hari Sabtu bahwa kepala junta Myanmar Min Aung Hlaing akan pergi ke Jakarta, meskipun pemerintah Myanmar belum berkomentar.

Baca juga: Thailand Sebut Pemimpin Junta Myanmar akan Hadiri KTT ASEAN di Jakarta

Namun, pada periode pemerintahan militer sebelumnya, Myanmar pada pertemuan regional biasanya diwakili oleh seorang perdana menteri atau menteri luar negeri.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan perdana menterinya, Muhyiddin Yassin, akan menghadiri pertemuan tersebut.



"Kami berharap dengan adanya pembahasan yang akan datang di Jakarta, Myanmar setuju untuk menerima perwakilan dari ketua ASEAN Brunei atau sekretariat ASEAN di Jakarta untuk mengamati dan membantu Myanmar kembali normal," katanya kepada wartawan.

Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Singapura semuanya berusaha menekan junta.

Thailand, tetangga Myanmar, mengatakan pihaknya sangat prihatin tentang peningkatan pertumpahan darah, tetapi hubungan militer yang erat dan ketakutan akan banjir pengungsi berarti tidak mungkin untuk melangkah lebih jauh.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top