Rusia dan Ukraina Gelar Latihan Militer Serentak, NATO dan AS Waswas

Kamis, 15 April 2021 - 03:03 WIB
loading...
Rusia dan Ukraina Gelar...
Tank-tank militer Ukraina berada di dekat Krimea yang dicaplok Rusia pada 14 April 2021. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Rusia dan Ukraina menggelar latihan militer serentak pada Rabu (14/4). Bersamaan dengan itu, para menteri luar negeri (menlu) dan menteri pertahanan (menhan) NATO memulai pertemuan darurat membahas pengerahan pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina.

Washington dan NATO khawatir dengan peningkatan besar pasukan Rusia di dekat Ukraina dan di Krimea, semenanjung yang dianeksasi Moskow dari Ukraina pada 2014.

Selain itu, dua kapal perang Amerika Serikat (AS) akan tiba di Laut Hitam pekan ini.

Baca juga: Tentara Rusia di Dekat Ukraina Siap Perang Besar-besaran

NATO khawatir situasi tegang saat ini dapat memicu perang di kawasan tersebut.

Baca juga: Kremlin Tengah Pertimbangkan Ajakan Pertemuan Biden-Putin

Rusia mengatakan langkah angkatan laut AS adalah provokasi yang tidak bersahabat. Moskow memperingatkan Washington untuk menjauh dari Krimea dan perairan Laut Hitam.

Baca juga: Tanggapi Ancaman NATO, Rusia Tingkatkan Kesiapan Tempur

Menurut Rusia, pengerahan pasukan itu adalah latihan militer kilat tiga pekan untuk menguji kesiapan tempur dalam menanggapi situasi apapun yang terjadi.

Moskow menyebut perilaku mengancam dari NATO. Menurut Rusia, latihan militer itu akan selesai dalam dua pekan.

Menjelang kedatangan kapal perang AS, angkatan laut Rusia pada Rabu memulai latihan di Laut Hitam yang melatih penembakan pada target permukaan dan udara.

Latihan itu dilakukan sehari setelah Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg meminta Moskow mengakhiri penambahan pasukannya.

Di Ukraina, angkatan bersenjata berlatih menangkis serangan tank dan infanteri di dekat perbatasan Krimea yang dicaplok Rusia, sementara menteri pertahanannya, Andrii Taran, mengatakan kepada anggota parlemen Eropa di Brussel bahwa Rusia sedang bersiap untuk berpotensi menyimpan senjata nuklir di Krimea.

Taran tidak memberikan bukti untuk pernyataannya tetapi mengatakan Rusia mengumpulkan 110.000 tentara di perbatasan Ukraina dalam 56 kelompok taktis seukuran batalion, mengutip intelijen terbaru Kyiv.

Pertempuran meningkat dalam beberapa pekan terakhir di timur Ukraina, tempat pasukan pemerintah memerangi separatis yang didukung Rusia dalam konflik tujuh tahun yang menurut Kyiv telah menewaskan 14.000 orang.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengadakan pembicaraan di Brussel dengan Stoltenberg menjelang konferensi video ke-30 NATO.

Blinken mengatakan NATO akan membahas tindakan agresif Rusia di dan sekitar Ukraina, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Hubungan Rusia dengan Amerika Serikat merosot ke titik terendah baru pasca-Perang Dingin bulan lalu setelah Presiden AS Joe Biden menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin adalah "pembunuh".

Dalam panggilan telepon dengan Putin pada Selasa, Biden mengusulkan diadakannya pertemuan puncak antara dua pemimpin untuk mengatasi sejumlah masalah, termasuk mengurangi ketegangan atas Ukraina.

Kremlin pada Rabu mengatakan masih terlalu dini untuk membicarakan semacam itu secara nyata.

Menurut Rusia, mengadakan pertemuan semacam itu bergantung pada perilaku Washington di masa depan, tampaknya terkait potensi sanksi AS pada Moskow.

Rusia secara teratur menuduh NATO mengganggu kestabilan Eropa dengan memperkuat pasukannya di negara-negara Baltik dan Polandia setelah pencaplokan Krimea oleh Moskow.

NATO membantah klaim Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu bahwa aliansi itu mengerahkan 40.000 tentara dan 15.000 peralatan militer di dekat perbatasan Rusia, terutama di Laut Hitam dan wilayah Baltik.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
5.000 Jembatan Gantung...
5.000 Jembatan Gantung Dibangun, Prabowo Ingin Percepat Konektivitas Pelosok
Berita Terkini
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved