Menlu Inggris Bertemu Menkes RI Bahas Antisipasi Hadapi Pandemi Berikutnya

loading...
Menlu Inggris Bertemu Menkes RI Bahas Antisipasi Hadapi Pandemi Berikutnya
Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab bertemu dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. FOTO/Kedubes Inggris
JAKARTA - Saat ini Indonesia dan Inggris mempunyai tiga tujuan yang sama. Pertama, agar kedua negara bersiap untuk pandemi berikutnya. Kedua, Indonesia dan Inggris sama-sama berpandangan semua negara perlu bekerja sama melawan COVID-19 melalui dukungan dan keterlibatan penuh dengan WHO, COVAX, GAVI dan CEPI. Dan yang ketiga, akses vaksin untuk semua. Sebab, tidak ada yang aman sampai semua orang aman.

Pada Rabu (7/4), Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab dan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin bertemu untuk membahas bagaimana membuat kemajuan untuk mencapai ketiga tujuan tersebut.

Baca: Inggris Jadikan RI 'Jantung' Kebijakan di Indo-Pasifik

Saat mempersiapkan untuk menghadapi pandemi berikutnya - baik Inggris maupun Indonesia telah menekankan betapa pentingnya hal ini. Di PBB pada bulan September, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyatakan rencana 5 poin untuk meningkatkan kesiapan menghadapi pandemi berikutnya. Inggris dan Indonesia sama-sama memiliki kesempatan untuk berkoordinasi membuat kemajuan melalui Kepresidenan Inggris di kelompok negara G7 tahun ini dan Kepresidenan G20 Indonesia pada tahun 2022 - untuk membantu dunia bangkit menghadapi tantangan pandemi COVID-19.

Mengenai multilateralisme - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah menandatangani seruan bersama oleh para pemimpin dunia yang diterbitkan pada 30 Maret – menunjukkan kesamaan pemikiran tentang skala tantangan dan apa yang perlu dilakukan dunia dalam merespon hal ini.



Baca: Indonesia dan Inggris Teken Kerjasama Penanggulangan Terorisme

Mengenai akses vaksin global - lebih dari satu miliar vaksin akan dikirimkan ke 92 negara berkembang tahun ini melalui skema COVAX. Inggris adalah salah satu donor terbesar dan yang terdepan dalam mekanisme tersebut. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memiliki peran kunci sebagai salah satu dari tiga Ketua Bersama (Co-Chair) COVAX.

Kedua Menteri juga membahas kerja sama bilateral yang kuat di sektor kesehatan antara Inggris dan Indonesia, yang diperluas hingga mencakup Inggris yang mendukung kemampuan pengurutan genom Indonesia melalui pelatihan dan Teknologi Informasi. Institut Eijkman sudah memiliki hubungan dengan Universitas Oxford - dan ada potensi untuk melakukan lebih banyak lagi. MoU yang ditandatangani tahun lalu telah meningkatkan kerja sama antara Inggris dan Indonesia di bidang telemedicine – dan sektor ini menjadi lebih bermanfaat selama pandemi.

Baca: RI-Inggris Bahas Penguatan Kerjasama Bidang Kesehatan

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan bahwa mengalahkan pandemi adalah sebuah upaya global yang membutuhkan inovasi, kemitraan dan determinasi, dan Inggris memimpin dalam hal ini. Ia menambahkan bahwa Inggris telah berkomitmen memberikan 1,3 miliar Poundsterling (setara Rp 26 triliun) untuk mengakhiri pandemi ini sesegera mungkin – termasuk 829 juta Poundsterling (setara Rp 16,5 triliun) untuk pengembangan dan pendistribusian vaksin-vaksin baru, perawatan serta tes.



“Itu termasuk donasi senilai £548 juta (setara Rp 11 triliun) untuk inisiatif COVAX, yang diketuai bersama (Co-Chair) oleh Menlu Indonesia Retno Marsudi - yang saat ini mendistribusikan vaksin guna menyelamatkan nyawa di Indonesia termasuk mereka yang paling membutuhkannya seperti petugas tenaga kesehatan, lansia dan masyarakat biasa lainnya,” ujar Raab.

Sementara itu Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa pandemi tidak dapat diakhiri dengan hanya satu negara yang bertindak sendiri, perlu kolaborasi yang baik dan kuat dari semua negara.
“Vaksinasi merupakan salah satu cara untuk mengatasi pandemi Covid-19. Vaksinasi sudah dimulai sejak Januari 2021 untuk kelompok prioritas warga negara Indonesia. Hari ini, kami memulai vaksinasi untuk semua diplomat dan penduduk asing,” tutup Budi.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top