Militer AS Tawarkan Bantuan Bebaskan Kapal Kandas di Terusan Suez

loading...
Militer AS Tawarkan Bantuan Bebaskan Kapal Kandas di Terusan Suez
Militer AS tawarkan bantuan untuk membebaskan kapal kandas yang memblokir Terusan Suez. Foto/Ilustrasi
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengatakan pihaknya siap untuk membantu Mesir mencoba dan mengeluarkan kapal kontainer besar yang telah memblokir Terusan Suez sejak Selasa, dengan tim ahli Angkatan Laut AS yang dapat dikerahkan dengan cepat jika diminta.

"Sebagai bagian dari dialog diplomatik aktif kami dengan Mesir, kami telah menawarkan bantuan AS kepada otoritas Mesir untuk membantu membuka kembali kanal," kata Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki.

"Kami sedang berkonsultasi dengan mitra Mesir kami tentang bagaimana kami dapat mendukung upaya mereka dengan sebaik-baiknya," katanya, menyebut konsultasi itu sedang berlangsung seperti dikutip dari The Straits Times, Sabtu (27/3/2021).

Juru bicara Komando Pusat AS yang beroperasi di Timur Tengah, Kapten Angkatan Laut Bill Urban, mengatakan mereka siap bertindak jika diminta.

"Kami telah menawarkan dan siap membantu Mesir, dan akan mendukung setiap permintaan khusus yang kami terima," katanya dalam sebuah pernyataan.



Baca juga: Terungkap, AS Pernah Ingin Buat Jalur Alternatif Terusan Suez Melalui Israel

"Kami terus memantau dan menilai situasi, tetapi tidak memiliki apa pun untuk memberikan dukungan spesifik yang potensial saat ini," imbuhnya.

Salah satu misi utama Komando Pusat AS di wilayah tersebut adalah melindungi lalu lintas kapal komersial.

Menurut seorang pejabat pertahanan AS yang bersikeras untuk tidak disebutkan namanya, Washington telah menawarkan untuk mengirim tim ahli Angkatan Laut untuk membantu.

Jika Mesir membuat permintaan resmi, tim bisa berangkat pada hari Sabtu dari Bahrain, pangkalan regional Armada ke-5 AS.



Sejauh ini, kata pejabat itu, belum ada persetujuan untuk langkah tersebut.

Baca juga: Kacaukan Terusan Suez, Bos Kapal Raksasa Ever Given Minta Maaf

Militer AS juga dapat memberikan dukungan dan nasehat kepada kapal-kapal pengguna kanal yang terblokir, memilih untuk melakukan perjalanan jauh di sekitar ujung selatan Afrika, yang dapat membawa mereka melalui perairan yang terancam oleh bajak laut.

"Kami pasti bisa memberi nasihat, tapi kami tidak bisa mengawal mereka semua," kata pejabat itu.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top